Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Anggota DPRD DKI Jakarta Minta CFD Dievaluasi

Selasa 23 Jun 2020 00:32 WIB

Rep: Ali Mansur, Flori Sidebang/ Red: Andri Saubani

Warga berolahraga saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (21/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan HBKB atau car free day (CFD) di ruas jalan Sudirman-Thamrin

Warga berolahraga saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (21/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan HBKB atau car free day (CFD) di ruas jalan Sudirman-Thamrin

Foto: Prayogi/Republika
Car free day di Jakarta kembali dibuka pada Ahad (21/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono menyarankan agar Pemerintah DKI kembali menunda pembukaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD). Hal itu jika CFD yang rutin digelar setiap hari Ahad pada setiap pekannya hanya melahirkan mudharat di masa pandemi Covid-19. Padahal angka kasus Covid-19 di Jakarta masih cukup tinggi dibandingkan wilayah lain.

"Kalau kondisinya kaya kemarin lagi, mendingan CFD ditunda lagi saja. Manfaatnya ada tapi sisi mudharatnya jauh lebih besar dan ada yang lebih penting lagi yaitu pencegahan penularan Covid-19," tegas politikus Partai Demokrat itu saat dihubungi Republika.co.id, Senin (22/6).

Baca Juga

Menurut Mujiyono, dalam psikologi massa jika orang sudah berkumpul banyak maka semakin sulit diatur untuk disiplin maupun mentaati aturan. Kemudian juga jika sudah berkumpul banyak, potensi konfliknya tinggi. Bahkan belum tentu mereka mau diberi himbauan, karena mereka mempunyai keberanian karena rame-rame, keberanian untuk tidak patuh.

Oleh karena itu Mujiyono mengusulkan agar ada pembatasan jumlah pengunjung CFD menjadi 20 persen dari kapasitas. Kemudian, kesadaran masyarakat juga terus ditingkatkan bahwa selain untuk menjaga diri sendiri juga untuk orang lain dan semuanya harus melakukan hal yang sama dulu. Sambungnya, apabila hal itu tidak dilakukan maka akan sangat merepotkan ke depannya.

"Apalagi kemarin setelah sekian bulan dibatasi, tentu saja antusias massa sangat tinggi sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Makanya masa transisi itu jangan "dijor" begitu saja. dibuat check poin saja yang mau ke CFD," tutur Mujiyono.

Sebelumnya, Pemerintah DKI membuka kembali CFD di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin mulai Ahad (21/6). Meski dibuka, tapi kawasan CFD hanya untuk pejalan kaki dan pesepeda yang hendak berolahraga. Sementara untuk pedagang kaki lima (PKL) belum diizinkan berjualan. Namun tetap menjadi sorotan karena massa yang datang banyak yang mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker, membawa anak-anak di bawah 9 tahun dan tidak menjaga jarak sosial.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB). Anies mengungkapkan, evaluasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait pelaksanaan CFD.

"Nanti malam kita akan evaluasi HBKB. Nanti kita akan putuskan, apakah pendekatannya masih akan seperti kemarin, atau akan diubah pendekatannya," kata Anies, Senin (22/6) malam.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA