Senin 22 Jun 2020 18:06 WIB

Utang Negara-Negara Kaya Diprediksi Meningkat Tahun Ini

Kenaikan tingkat utang tersebut didorong oleh pelemahan ekonomi akibat pandemi.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Utang/ilustrasi
Foto: johndillon.ie
Utang/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Lembaga pemeringkat internasional, Moody's, memperkirakan  tingkat utang negara-negara terkaya di dunia naik 20 poin persentase pada tahun ini. Beberapa negara tersebut diantaranya Amerika Serikat (AS), Jepang, Italia hingga Inggris.

Moody's mengatakan kenaikan tingkat utang tersebut utamanya didorong oleh pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kenaikan tingkat utang ini bahkan dua kali lebih tinggi ketimbang krisis keuangan terbesar (GFC) 2009.

Baca Juga

"Dibandingkan dengan GFC, kenaikan beban hutang akan lebih cepat dan menyebar, mencerminkan ketajaman dan luasnya kejutan yang ditimbulkan oleh Covid-19," tulis Moody's dalam laporannya dikutip Reuters, Senin (22/6).

Italia, Jepang dan Inggris diperkirakan akan menderita kenaikan utang terbesar sekitar 25 poin persentase dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing. Sementara AS, Prancis, Spanyol, Kanada, dan Selandia Baru diperkirakan naik sekitar 20 poin persentase.

Data dari Inggris pekan lalu menunjukkan pinjaman publik mencapai rekor tertinggi pada bulan Mei. Besarnya utang di sektor publik bahkan melebihi 100 persen dari output ekonomi.

Kegagalan menurunkan tingkat utang akan membuat negara-negara dengan profil kredit lemah lebih rentan terhadap guncangan ekonomi atau keuangan di masa depan. Oleh karena itu, kemampuan pemerintah dalam mengembalikan utang sangat diperlukan dalam kondisi ini.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement