Senin 22 Jun 2020 12:19 WIB

Repatriasi Perusahaan-Perusahaan AS Naik

Sebagian besar uang repatriasi digunakan untuk membeli kembali saham dan dividen.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Fuji Pratiwi
Truk mengangkut barang-barang di Pelabuhan Oakland, Kalifornia, Amerika Serikat (ilustrasi). Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat memulangkan laba (repatriasi) senilai 124,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2020.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Truk mengangkut barang-barang di Pelabuhan Oakland, Kalifornia, Amerika Serikat (ilustrasi). Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat memulangkan laba (repatriasi) senilai 124,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Terlepas dari gangguan yang disebabkan pandemi Covid-19, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat memulangkan laba (repatriasi) senilai 124,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2020. Repatriasi dari perusahaan-perusahaan asal AS ini turut berperan menurunkan defisit transaksi berjalan para kuartal pertama 2020.

Reuters melansir, repatriasi pada kuartal pertama 2020 tersebut merupakan yang terbesar dalam kurun waktu setahun terakhir. Pada kuartal keempat 2019, nilai repatriasi hanya 83,6 miliar dolar AS.

Baca Juga

Sebagian besar uang repatriasi digunakan kembali untuk pembelian kembali saham dan dividen. Masih belum diketahui dengan jelas apakah lonjakan repatriasi pada kuartal pertama secara langsung merupakan dampak dari kebutuhan perusahaan AS untuk menopang neraca domestik mereka.

Akan tetapi, pada tahap awal pandemi, aktivitas di pasar pendanaan korporasi mengalami kekeringan. Secara luas, perusahaan harus memanfaatkan sumber likuiditas apapun yang tersedia.

Bahkan sebelum pandemi, tagihan impor AS sebenarnya telah menyusut karena perang perdagangan dengan China. AS juga telah menjadi pengekspor minyak mentah dan bahan bakar sebagai dampak dari lonjakan produksi yang secara dramatis mengurangi ketergantungannya pada minyak negara lain.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement