Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

China Dakwa Dua Warga Kanada yang Ditahan Sebagai Mata-Mata

Sabtu 20 Jun 2020 14:24 WIB

Red: Ani Nursalikah

China Dakwa Dua Warga Kanada yang Ditahan Sebagai Mata-Mata. Bendera China.

China Dakwa Dua Warga Kanada yang Ditahan Sebagai Mata-Mata. Bendera China.

Foto: Pixabay
Kanada akan terus menekan China untuk membebaskan kedua warganya.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Para jaksa China mengatakan mereka mendakwa dua warga Kanada yang ditahan melakukan tindakan spionase, Jumat (19/6). Dakwaan tersebut dapat mengakibatkan penjara seumur hidup.

Kasus ini pun mendorong pertikaian diplomatik antara Ottawa dan Beijing. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dia sangat kecewa dan akan terus menekan China untuk membebaskan kedua warganya itu.

Mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Sparov ditangkap pada akhir 2018 atas dakwaan keamanan negara, segera setelah polisi Kanada menahan Meng Wanzhou, bendahara perusahaan teknologi Huawei atas permintaan Amerika Serikat. Sementara China mengatakan penahanan itu tak terkait dengan Meng, para mantan diplomat dan ahli mengatakan mereka sedang digunakan untuk menekan Kanada.

Baca Juga

China berulang kali menyerukan pembebasan Meng, dan memperingatkan Kanada bahwa negara itu dapat menghadapi sejumlah konsekuensi karena membantu AS dalam kasusnya. Juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan dalam pengarahan rutin pada Jumat bahwa dakwaan itu merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 111 UU Pidana Republik Rakyat China yang mengatur spionase dan rahasia negara.

Di bawah pasal itu, seorang terhukum dapat dikenai hukuman penjara mulai 10 tahun hingga seumur hidup. "Fakta-fakta jelas dan bukti sah dan cukup.Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatan kriminalnya di bawah dakwaan tersebut di atas," Zhao mengatakan tentang Kovrig, sebelum membuat pernyataan sama mengenai Sparov.

Dakwaan-dakwaan itu berarti pengadilan formal dapat mulai. Trudeau, berbicara kepada wartawan di kota Chelsea, Quebec, mengatakan sungguh memalukan China tak tampak memahami pemerintah di Kanada tak dapat campur tangan dalam sistem pengadilan.

"Kami akan melanjutkan menekan pemerintah China menghentikan penahanan sewenang-wenang terhadap dua warga Kanada yang ditahan karena tak ada alasan lain kecuali pemerintah China kecewa dengan proses independen peradilan Kanada," katanya.

Kementerian luar negeri China mengatakan pada Jumat kunjungan konsuler ke tahanan ditunda karena corona. Kementerian luar negeri Kanada mengatakan sangat prihatin dua warga Kanada tak diberi akses untuk kunjungan konsuler sejak pertengahan Januari dan menyerukan pembebasan segera mereka.

Komisi Bidang politik dan hukum pusat Partai Komunis yang berkuasa mengatakan tahun lalu Kovrig dituduh mencuri dan memata-matai informasi peka dan intelijen China. Kovrig bekerja untuk Kelompok Krisis Internasional (ICG) , organisasi nonpemerintah yang menitikberatkan pada penyelesaian konflik.

Dirut ICG Rob Malley mengatakan Kovrig tak membahayakan keamanan nasional dan dia menjadi pion sial dalam pertarungan yang lebih besar antara AS, Kanada dan China. Sparov (44 tahun) adalah pengusaha yang punya ikatan mendalam dengan Korea Utara. Bulan lalu, Meng dari Huawei kalah dalam upaya hukumnya menghindari ekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penipuan bank.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA