Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Kematian Muslim dan Yahudi Karena Covid-19 Lebih Tinggi

Jumat 19 Jun 2020 21:09 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Muhammad Hafil

Kematian Muslim dan Yahudi Karena Covid-19 Lebih Tinggi. Foto: Pasien corona (Ilustrasi).

Kematian Muslim dan Yahudi Karena Covid-19 Lebih Tinggi. Foto: Pasien corona (Ilustrasi).

Foto: Abdan Syakura/Republika
Ada faktor yang mempengaruhi tingkat kematian Muslim dan Yahudi lebih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Menurut kantor statistik Inggris, Muslim dan Yahudi di Inggris mengalami tingkat kematian lebih tinggi karena Covid-19 dari pada yang lain. Tak hanya itu, berdasarkan angka statistik terbaru, etnis minoritas kulit hitam menjadi pihak yang memiliki risiko kematian lebih tinggi dari etnis kulit putih.

Data tersebut juga ditegaskan oleh Kantor Statistik Nasional (ONS). Menurut mereka, ada faktor yang mempengaruhi hal tersebut, utamanya terkait kelompok dengan agama minoritas.

“Ini dijelaskan oleh keadaan yang berbeda di mana anggota kelompok ini diketahui hidup; misalnya, tinggal di daerah dengan tingkat kekurangan sosial-ekonomi yang lebih tinggi dan perbedaan susunan etnis,”kata laporan ONS dilansir dari Reuters, Jumat (19/6).

Namun demikian menurut ONS, setelah menyesuaikan data lebih lanjut, diketahui bahwa laki-laki Yahudi berisiko dua kali lipat dari laki-laki Kristen untuk menjadi korban Covid-19.

‘Dan perempuan Yahudi juga berisiko lebih tinggi," ujar kepala cara Kehidupan di ONS, kata Nick Stripe.

Oleh sebab itu menurut dia, perlu adanya penelitian lanjutan untuk menjelaskan lebih dalam hal tersebut.

Lebih jauh, tingkat kematian di antara pria dan wanita Muslim juga cukup tinggi. Yaitu 98,9 kematian per 100.000 bagi pria Muslim dan 98,2 kematian per 100.000 untuk wanita Muslim.

Padahal, bagi mereka yang mengatakan tidak memiliki agama dalam sensus Inggris pada 2011 silam, angkanya adalah 80,7 kematian per 100.000 pria dan 47,9 kematian per 100.000 wanita.

Temuan ini bertepatan dengan lebih banyak statistik yang menunjukkan bahwa orang kulit hitam dan Asia di Inggris dan Wales berisiko lebih tinggi dari virus corona baru.

Sementara itu, angka menunjukkan bahwa tingkat kematian tertinggi adalah di antara pria kulit hitam dengan nilai 255,7 per 100.000, jika dibandingkan dengan tingkat 87 kematian per 100.000 pria kulit putih. Hal serupa juga terjadi pada para wanita, tingkat kematiannya adalah 119,8 per 100.000 orang untuk wanita kulit hitam dan 52 per 100.000 untuk wanita kulit putih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA