Kamis 18 Jun 2020 14:58 WIB

50 RS di Surabaya Dapat Bantuan Kain Kafan dan Kapas

Bantuan kain kafan dan kapas untuk jenazah Covid-19.

50 RS di Surabaya Dapat Bantuan Kain Kafan dan Kapas. Petugas kesehatan mempersiapkan tempat tidur pasien ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Surabaya, Jawa Timur.
Foto: Antara/Zabur Karuru
50 RS di Surabaya Dapat Bantuan Kain Kafan dan Kapas. Petugas kesehatan mempersiapkan tempat tidur pasien ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebanyak 50 rumah sakit rujukan dan nonrujukan di Kota Surabaya, Jawa Timur mendapat bantuan kain kafan dan kapas dari pemerintah kota setempat. Bantuan tersebut untuk untuk jenazah pasien Covid-19.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita mengatakan setiap rumah sakit menerima 220 meter kain kafan untuk 20 orang jenazah dan kapas berjumlah 20 rol.

Baca Juga

"Jadi setiap jenazah menerima 11 meter kain kafan dan satu rol kapas untuk menutup hidung dan telinga," katanya.

Ia merinci untuk rumah sakit nonrujukan yang mendapat bantuan di antaranya, RS Adi Husada Kapasari, RS Al Irsyad, RS Bhakti Rahayu, RS Bunda, RS Darus Syifa, RS Ewa Pangalila, RS Ferina, RS Gotong Royong, RS IBI Surabaya, RS Mata Undaan, RS Mitra Keluarga Kenjeran dan Satelit, RS Muji Rahayu, RS Perdana Medika, RS PKU Muhammadiyah, RSIA Putri, dan RS SMS.

Selain itu, RS Wijaya, RS William Boots, RS Wiyung Sejahtera, RS Ahmad Yani, RSIA Kendangsari, RSIA Kendangsari Merr, RSIA Pura Raharja, RS Al Dr. Oepomo, RS TNI AU Soemitro Lanud Muliono.

"Sisanya adalah rumah sakit rujukan," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ini, Kamis (18/6).

Menurut Febria, bantuan kain kafan dan kapas ini merupakan bentuk perhatian dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk rumah sakit yang menangani pasien yang terpapar virus corona jenis baru atau Covid-19.

"Makanya diberikan kepada rumah sakit rujukan dan nonrujukan," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement