Kamis 18 Jun 2020 10:49 WIB

Pasien Positif, PDP, dan ODP Covid-19 tak Bertambah

Terakhir, kasus positif Covid-19 mengalami penambahan satu kasus pada Senin (15/6).

Rep: Riga Nurul Iman / Red: Agus Yulianto
Perawat dan tim dokter memberi penghormatan saat melepas sejumlah pasien positif Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh. (Ilustrasi)
Foto: Antara/kornelis kaha
Perawat dan tim dokter memberi penghormatan saat melepas sejumlah pasien positif Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Jumlah pasien positif, orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Sukabumi tidak mengalami penambahan. Terakhir, kasus positif Covid-19 mengalami penambahan satu kasus pada Senin (15/6).

Selain itu jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh terus bertambah banyak. "Hingga Rabu (17/6), pasien positif Covid-19 di Kota Sukabumi tak bertambah dan yang masih dalam perawatan hanya tersisa sebanyak sepuluh orang," ujar Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana kepada wartawan, Kamia (18/6).

Kata dia, saat ini, kasus positif Covid-19 di Kota Sukabumi sebanyak 64 kasus. Dari jumlah itu pasien sembuh dari positif Covid-19 sebanyak 54 orang. Sementara yang masih dalam perawatan sebanyak 10 orang.

Wahyu menuturkan, jumlah PDP tidak mengalami penambahan masih sebanyak 45 orang. Rincianya PDP telah selesai dalam masa pengawasan sebanyak 45 orang karena hasil swabnya negatif Covid-19.

Di sisi lain jumlah ODP juga masih sebanyak 282 orang. Rinciannya sebanyak 6 orang dalam pemantauan dan sebanyak 276 orang selesai pemantauan.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, dari data ini menunjukkan tren kasus positif, PDP, dan ODP Covid-19 terus mengalami penurunan. Harapannya ke depan hal ini dapat terus berlangsung.

"Untuk mewujudkannya butuh kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun," kata Fahmi. Langkah ini akan mempercepat Sukabumi pulih dari pandemi Covid-19.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement