Rabu 17 Jun 2020 23:19 WIB

PMI Siap Sediakan Plasma Konvalesen Bagi Pasien Covid-19

Metode penyembuhan ini menggunakan antibodi dari plasma darah pasien negatif Covid-19

Sejumlah pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh sedang  mendonorkan plasma darahnya  Kupang, NTT, Selasa  (19/5/2020). Sebanyak lima pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh dari kluster Sukabumi mendonorkan plasma darahnya untuk diperiksa dan diteliti untuk bisa menyembuhkan pasien COVID-19 yang masih dirawat jika diperlukan
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Sejumlah pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh sedang mendonorkan plasma darahnya Kupang, NTT, Selasa (19/5/2020). Sebanyak lima pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh dari kluster Sukabumi mendonorkan plasma darahnya untuk diperiksa dan diteliti untuk bisa menyembuhkan pasien COVID-19 yang masih dirawat jika diperlukan

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan siap menyediakan plasma untuk konvalesen sebagai terapi penyembuhan bagi pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memastikan telah menggalang donor plasma dari para pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di seluruh Tanah Air untuk selanjutnya disalurkan ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan. "Donor yang terkumpul akan diseleksi untuk selanjutnya disalurkan dan digunakan sebagai terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/6).

Metode penyembuhan ini menggunakan antibodi dari plasma darah pasien yang telah terkonversi negatif atau sembuh dari Covid-19. Kendati terbukti mujarab karena telah menyembuhkan banyak pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, terapi plasma konvalesen hingga kini masih dalam tahap clinical trial.

Namun, sudah terbukti aman digunakan karena telah dipakai sebagai metode penyembuhan pasien Covid-19 di berbagai negara, termasuk di Wuhan, China, serta Italia dan Amerika Serikat.

"Donor plasma di Jawa Timur sudah berjalan. Apalagi di sini ada Universitas Airlangga yang selama ini sudah sangat aktif membantu percepatan penanganan Covid-19," ucap mantan wakil presiden tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan bahwa PMI Pusat telah meminta PMI Jatim untuk turut membantu. "Pak JK memberikan arahan agar PMI bisa membantu itu, karena peralatan yang lengkap memang ada di PMI," kata orang nomor satu Pemprov Jatim ini.

Terkait terapi plasma darah, Gubernur Khofifah menambahkan bahwa telah diperoleh 22 orang donor dan jumlah tersebut akan terus diperbarui sesuai perkembangan di rumah sakit. Terapi plasma darah ini dikhususkan bagi pasien Covid-19 yang terkategori berat dan sangat berat atau pasien yang perawatannya memerlukan ventilator.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement