Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Wali Kota Solo: Sekolah Dibuka Mulai Desember Saja Biar Aman

Rabu 17 Jun 2020 21:56 WIB

Red: Bayu Hermawan

Wakil Walikota Solo, FX Hadirudyatmo.

Wakil Walikota Solo, FX Hadirudyatmo.

Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara
Wali Kota Solo mengatakan kemungkinan sekolah baru akan dibuka pada Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berharap pandemi Covid-19 segera selesai, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Hadi mengatakan, Pemkot Surakarta kemungkinan besar baru akan kembali membuka sekolah pada Desember mendatang.

"Kemarin memang kami minta sekolah simulasi, kalau menyiapkan infrastruktur tidak mulai dari sekarang maka tidak cukup, di antaranya ganti fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus), ganti dinding, dan kloset," katanya di Solo, Rabu (17/6).

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau sekolah tetap dibuka mulai Desember, yaitu PAUD, TK, SD, dan SMP. "Mulai Desember saja sekalian aman, tetapi saya juga akan coba melakukan inovasi pada program belajar di rumah," katanya.

Baca Juga

Hadi berharap pandemi Covid-19 secara umum, dan khususnya di Kota Surakarta bisa segera selesai. Hal itu agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman. "Ini tinggal empat (yang masih dirawat, red.). Kasus di Solo menunggu tiga hari lagi, 14 hari kemudian baru nanti boleh dikatakan sudah tidak KLB (Kejadian Luar Biasa) lagi," katanya.

Menurut dia, dengan selesainya kasus tersebut bukan berarti status KLB dicabut namun ada pelonggaran. "Termasuk karaoke boleh buka tetapi ada batasan waktu dan tetap menerapkan jaga jarak," katanya.

Meski kasus positif Covid-19 di Kota Solo cenderung stagnan, pihaknya masih terus aktif melakukan kegiatan cepat di beberapa kalangan masyarakat. Yang terbaru, katanya, tes cepat menyasar kepada pengemudi ojek daring dan ojek pangkalan, baik roda dua maupun empat.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan total 150 pengemudi ojek yang menjalani tes cepat. Ia mengatakan tujuan pengemudi ojek menjalani tes cepat karena kelompok itu termasuk berisiko terpapar Covid-19 mengingat mereka bertemu dengan banyak orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA