Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Milenial Diharapkan Jadi Role Model Pencegahan Covid-19

Kamis 18 Jun 2020 00:33 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

GM FKPPI Jawa Timur

GM FKPPI Jawa Timur

Foto: MPR
Anak muda diharapkan bisa menjadi role model bagi lingkungan sekitar

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri (GM FKPPI) Jatim mengajak generasi muda, atau yang biasa disebut milenial, menjadi role model pencegahan penularan Covid-19. Yakni dengan selalu mengenakan masker, sering mencuci tangan, membiasakan jaga jarak, dan mengkonsumsi vitamin secara rutin.

"Empat hal itu yang sangat penting yang harus dilakukan sebelum anti virus dan obat Covid-19 ditemukan. Anak muda semoga bisa menjadi role model bagi lingkungan sekitar untuk terus menggalakkan empat hal tersebut," kata Sekretaris GM FKPPI Jatim, Didik Prasetiyono di Surabaya, Rabu (17/6).

Didik menilai, ketika generasi muda bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, generasi yang lebih tua akan perlahan mengikutinya. Harapannya, seluruh lapisan masyarakat semakin sadar menerapakan protokol kesehatan ketat, sehingga penularan Covid-19 bisa ditekan.

"Selama ini keikutsertaan pemuda untuk mencegah penyebaran Covid-19 masih belum terlihat nyata. Hal itu dapat dilihat masih banyaknya pemuda yang bergerombol di tempat publik,” ujarnya.

Upaya lain yang menurutnya perlu dilakukan untuk menekan penularan Covid-19 adalah dengan melakukan tes massal, baik itu rapid test, ataupun tes swab. Maka dari itu, pihaknya mengapresiasi Badan Intelijen Negara (BIN) yang membantu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menyelenggarakan tes massal, untuk memutus penyebaran Covid-19.

Sejak akhir Mei 2020, BIN dan Pemkot Surabaya telah melakukan rapid test massal terhadap 28 ribu lebih warga Kota Surabaya. Dari jumlah itu, sebanyak 3.500 orang atau sekitar 12,5 persen dinyatakan reaktif.

Kemudian, yang reaktif tersebut dilanjutkan tes swab PCR, dan ada sekitar 1.300-an yang positif Covid-19 atau sebesar 4,6 persen. Menurutnya, dengan dilakukannya tes massal, maka langkah 3T-1I yakni test, tracing, treatment dan isolation bisa dilakukan dengan sistematis.

"Dengan melakukan rapid test secara massal bisa mengidentifikasi, melokalisir, dan melihat indikasi penyebaran. Kami berharap dengan rapid test massal ini angka positif Covid-19 di Kota Surabaya akan semakin menurun," ujarnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA