Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Liga Primer Inggris Belum Mau Terapkan 'Aturan Rooney'

Rabu 17 Jun 2020 08:01 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Winger Manchester City, Raheem Sterling jadi sosok pemain kulit hitam yang paling vokal menyuarakan antirasialisme.

Winger Manchester City, Raheem Sterling jadi sosok pemain kulit hitam yang paling vokal menyuarakan antirasialisme.

Foto: Peter Powell/EPA-EFE
Aturan ini terus mengencang imbas dari kampanye black lives matter.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Direktur Eksekutif Premier League atau Liga Primer Inggris, Richard Masters, menegaskan, Premier League selaku otoritas penyelenggara Liga Primer Inggris belum memiliki agenda untuk menerapkan aturan Rooney di pentas Liga Primer Inggris. Aturan Rooney adalah kebijakan yang mewajibkan setiap klub di kompetisi tersebut mewawancarai setidaknya satu warga Kulit Hitam dan Etnis Minoritas (BAME) untuk mengisi posisi pelatih ataupun jajaran direksi klub yang kosong.

Aturan ini pertama kali diperkenalkan di pentas National Football League (NFL), Amerika Serikat, pada 2003. Aturan yang dinamakan sesuai dengan nama orang yang pertama kali menerapkannya, yaitu mantan pemilik salah satu klub NFL Pittsburgh Steelers, Dan Rooney. Aturan Rooney ini pun telah diterapkan di sejumlah kompetisi, tidak terkecuali di Liga Sepak Bola Inggris (EFL).

Rencananya, kasta kedua dalam piramida kompetisi sepak bola profesional di Inggris tersebut akan menerapkan aturan Rooney pada musim depan. Dengan kewajiban ini, maka klub-klub di pentas EFL, mulai dari Divisi Championship hingga League Two, harus menyertakan setidaknya satu warga kulit hitam dan etnis minoritas saat menentukan kandidat untuk mengisi jabatan pelatih, tim pelatih, ataupun jajaran direksi.

Tekanan buat Premier League untuk mengikuti langkah EFL dengan menerapkan aturan Rooney pun kian menguat pasca munculnya kampanye #BlackLiveMatters, yang dipicu kematian warga Afro Amerika, George Floyd, oleh polisi berkulit putih pada bulan lalu. Namun, Premier League ternyata belum memiliki rencana untuk menerapkan Aturan Rooney tersebut. Bahkan, Masters menyebut, penerapan Aturan Rooney tidak ada dalam agenda rapat-rapat Premier League pada masa mendatang.

''Sejauh ini, kami tidak pernah mendiskusikannya dan tidak memiliki rencana untuk memasukan hal itu dalam agenda diskusi kami pada masa mendatang. Saya rasa, kami akan sering menggelar rapat dan pertemuan pada masa mendatang, tapi agenda penerapan aturan Rooney tidak ada dalam agenda-agenda rapat tersebut,'' kata Masters kepada Sky Sports, Rabu (17/6).

Kendati begitu, Masters menegaskan, agenda soal keragaman dan anti diskriminasi berdasarkan ras terus terus digaungkan oleh Premier League dan klub-klub kontestan Liga Primer Inggris. Meski mengakui perlu adanya lebih banyak pelatih berkulit hitam atau yang berasal dari etnis minoritas di pentas Liga Primer Inggris, tapi Masters menyebut, kesempatan itu bisa diraih oleh pelatih-pelatih tersebut dengan cara menorehkan prestasi di level-level bawah kompetisi.

''Tentu, kami membutuhkan lebih banyak pelatih dengan latar belakang BAME. Dengan banyaknya pelatih BAME yang masuk di level kompetisi di bawah, maka akan menciptakan kelompok yang lebih besar. Alhasil, peluang pelatih BAME untuk bisa berkiprah di piramida tertinggi kompetisi sepak bola Inggris pun akan semakin besar,'' tutur Masters.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA