Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Transaksi Belanja Online Pasar di Yogyakarta Melonjak

Selasa 16 Jun 2020 19:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Garis panduan berbelanja dipasang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (16/6). Menyambut era new normal masa pandemi Covid19, Pasar Beringharjo menggunakan garis panduan berbelanja

Garis panduan berbelanja dipasang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (16/6). Menyambut era new normal masa pandemi Covid19, Pasar Beringharjo menggunakan garis panduan berbelanja

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Transaksi belanja online pasar tradisional di Yogyakarta naik 30 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Layanan belanja online di pasar tradisional Kota Yogyakarta mendapat tanggapan yang semakin positif dari masyarakat. Ini terlihat dari catatan transaksi layanan belanja online melalui aplikasi ojek online yang mengalami kenaikan sekitar 30 persen.

“Sejak kami meresmikan kerja sama dengan salah satu vendor aplikasi ojek online, maka ada kenaikan transaksi sekitar 30 persen,” kata Kepala Bidang Pengembangan Penataan dan Pendapatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utomo di Yogyakarta, Selasa (16/6).

Menurut dia, data tersebut terlihat dari catatan transaksi pengelola aplikasi ojek online, Gojek dari menu layanan Goshop meskipun nilai total transaksi untuk layanan tersebut tidak diumumkan.

Dari catatan transaksi juga dapat diketahui lima komoditas yang paling sering dibeli oleh konsumen melalui layanan tersebut di antaranya bunga tabur, daun sirih, dan ikan pindang.

“Komoditas-komoditas yang paling sering dibeli konsumen melalui layanan Goshop biasanya tidak dijual di toko modern,” katanya.

Meskipun demikian, Gunawan mengatakan, layanan belanja online di pasar tradisional tersebut akan terus disempurnakan sehingga konsumen semakin dimudahkan untuk memanfaatkannya, misalnya dengan dilengkapi fitur untuk tawar menawar yang menjadi ciri khas pasar tradisional.

Berdasarkan data, lanjut dia, juga dapat diketahui bahwa masyarakat yang mengakses layanan belanja online tersebut tinggal dengan radius 3,5 kilometer dari pasar tradisional.

“Kami pun akan mengembangkan layanan pembayaran secara online sehingga konsumen bisa langsung membayar ke pedagang, tidak perlu dibayarkan terlebih dulu oleh ‘driver’. Nantinya, ‘driver’ tinggal mengambil dan mengantar barang saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, juga mengembangkan layanan pembayaran retribusi secara online bekerja sama dengan aplikasi pembayaran Gopay.

“Ada kenaikan pembayaran yang signifikan yaitu lima kali lipat,” katanya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, perlu terus dilakukan pembiasaan kepada pedagang dan konsumen terkait layanan jual beli online di pasar tradisional.

“Sudah ada pedagang dengan transaksi penjualan online cukup banyak, tetapi ada juga yang belum. Semua butuh pembiasaan,” katanya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA