Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Transaksi Online di Pasar Tradisional Meningkat

Selasa 16 Jun 2020 16:16 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Fuji Pratiwi

Garis panduan berbelanja dipasang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (16/6). Pemkot Yogyakarta menyatakan,  transaksi online atau daring di pasar-pasar tradisional meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Garis panduan berbelanja dipasang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (16/6). Pemkot Yogyakarta menyatakan, transaksi online atau daring di pasar-pasar tradisional meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Pedagang pasar hanya perlu membiasakan transaksi online.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, transaksi online atau daring di pasar-pasar tradisional meningkat di tengah pandemi Covid-19. Nilai transaksi ini meningkat selama dua bulan terakhir ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sendiri memberikan layanan secara online di enam pasar tradisional. Mulai dari Pasar Beringharjo, Kranggan, Legi Patangpuluhan, Kotagede, Sentul, dan Demangan.

Baca Juga

"Transaksi dari enam pasar tradisional di Kota Yogyakarta menunjukkan peningkatan sebesar 33 persen," kata Heroe, Senin (15/6).

Heroe menjelaskan, masyarakat sudah banyak yang menggunakan layanan tersebut selama pandemi Covid-19 ini. Layanan tersebut diberikan memang sebagai upaya untuk membiasakan masyarakat melakukan transaksi online.

"Ini juga sudah menjadi kesadaran pedagang pasar transaksi bisa dilakukan secara daring tanpa harus bertatap muka. Sehingga ini hanya perlu membiasakan saja," ujar Heroe.

Menurutnya, layanan ini sangat memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu, protokol kesehatan juga dapat dioptimalkan karena meminimalisasi kegiatan masyarakat di luar rumah saat pandemi Covid-19.

Sebab, aktivitas di pasar tradisional berpotensi meluasnya penyebaran Covid-19 karena menimbulkan kerumunan. "Jadi, sembari mengurangi keluar rumah dan pembatasan interaksi sosial, bisa melakukan pemesanan kebutuhan sehari-harinya melalui online dan akan diantar melalui ojek online," kata Heroe.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA