Senin 15 Jun 2020 10:20 WIB

UAS: Muslim adalah Umat Berperadaban Tinggi

UAS menyinggung perkembangan pengajian virtual saat ini.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah
UAS: Muslim adalah Umat Berperadaban Tinggi. Ustadz Abdul Somad.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
UAS: Muslim adalah Umat Berperadaban Tinggi. Ustadz Abdul Somad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Labu, Jakarta menggelar pengajian virual yang dipimpin langsung oleh Ketua PRM Pondok Labu, M. Din Syamsuddin, Ahad (14/6). Silaturahim daring yang berlangsung selama satu setengah jam ini, disiarkan di beberapa platform, seperti zoom, TVMU, TV digital, TV berlangganan, dan siaran langsung di channel Youtube dan Facebook resmi TvMu.    

"Pengajian virtual ini akan berlangsung sekali setiap dua pekan, dan kali ini akan membahas topik, the new normal. Tentu kita akan melihat dari sudut pandang islam khususnya Alquran dan hadits dan bagaimana seyogyanya umat Muslim mengisi era the new normal ini," ujar Din Syamsuddin saat membuka pengajian virtual, Ahad (14/6).

Baca Juga

"PRM Pondok Labu sengaja menghadirkan Ustadz Abdul Somad, sebagai ulama dan dai kondang, yang akan menjelaskan kepada kita mengenai makna the new normal dalam sudut pandang Islam, dan bagaimana cara menyikapinya," sambung Din kepada partisipan dan pemirsa pengajian virtual yang mencapai hampir ribuan orang dari seluruh Indonesia.  

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyinggung perkembangan pengajian virtual yang telah banyak diaplikasikan. Cara baru untuk menghadiri majelis ilmu, kata UAS, sejatinya sudah berlangsung berkembang sejak lama, dan terus berkembang hingga saat ini.

UAS juga menceritakan tentang sistem pengajian saat masa Rasulullah, yang disebut Halaqah, dimana para sahabat akan duduk mengelilingi Nabi untuk mendengarkan ilmu yang Beliau berikan. Perkembangan Halaqah, kata UAS, berubah saat ditemukannya teknologi bernama radio. Halaqah kemudian bukan hanya dapat dilakukan dengan berkumpul di majelis ilmu, namun juga dengan mendengarkan siaran pengajian di radio.

"Halaqah terus merambah ke dunia televisi, bahkan kini internet. Oleh sebab itu Muslim adalah umat yang memiliki peradaban tinggi. dia tidak pernah kaget dengan sesuatu yang baru, karena Rasulullah SAW membawa agama yang datang dari Allah SWT, Allah SWT pula yang menciptakan, dan Allah SWT pula yang telah membuat suatu sistem yang selalu berkembang sesuai peradaban," ujar UAS.

Dia menambahkan Islam adalah agama yang selalu relevan dengan zaman dan selalu sesuai di setiap tempat. UAS juga menegaskan Islam tidak pernah melarang sesuatu yang baru. Dari ceritanya, UAS menyimpulkan umat Muslim telah mengalami banyak pembaharuan sistem dan budaya, dan Islam tidak mempermasalahkannya.

"Dalam hukum Ushul Fiqih, diterangkan segala sesuatu adalah boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkan. Maka dari contoh itu, mengajarkan Islam tidak melarang adanya pembaharuan sistem, dan membolehkan kita mengaplikasikan sesuatu yang baru," jelasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement