Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Khofifah Dukung Penelitian Unair Terkait Obat Covid-19

Ahad 14 Jun 2020 18:37 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri). (ilustrasi)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri). (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Moch Asim
Tim Unair menemukan lima kombinasi obat yang bisa digunakan untuk pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendukung penelitian tim Universitas Airlangga (Unair) Surabaya usai menemukan obat yang diindikasikan sebagai penawar dan membantu penyembuhan bagi pasien Covid-19. Tim Unair menyatakan ada lima kombinasi obat yang bisa digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung. Ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Jatim, bahkan di Indonesia," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Ahad (14/6).

Khofifah memberikan kesempatan bagi tim peneliti Unair yang berkolaborasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Indonesia dan Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut agar bisa diteliti serta dikembangkan di Rumah sakit milik Pemprov. Menurut Khofifah, penelitian lebih lanjut ke arah klinis agar segera diuji efektivitasnya sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.

"Lewat penelitian ini, kami berharap akan bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan serta dalam waktu sama bisa menurunkan angka kematian," ucapnya.

Tim Unair sebelumnya menyampaikan terdapat lima kombinasi obat yang dinyatakan berhasil melalui penelitian, yakni loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doxixiclin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin dan hidroksiklorokuin-doksisiklin. Penggunaan lima kombinasi obat tersebut terjamin keamanannya dan bisa digunakan dengan cepat karena obat itu sudah ada di pasaran serta telah lulus uji klinis.

Selain itu, obat itu telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman dikonsumsi. Rektor Unair Prof Nasih menegaskan, pihaknya telah melakukan proses uji toksisitas dan pengujian kombinasi efektivitas pada kelima regimen kombinasi obat itu, yakni dengan menumbuhkan berbagai jenis sel yang menjadi sel target jenis virus seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, sel liver sebagai tempat untuk menumbuhkan sel virus SARS-CoV-2 yang merupakan sel Covid-19 asli Indonesia.

"Sel SARS-CoV-2 sampelnya yang didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan sudah mendapat sertifikasi uji layak etik dari Tim Etik RSUA," kata Nasih.

Kemudian, tahap berikutnya merupakan uji kombinasi obat dari sel sehat untuk mencari dosis toksik dari kombinasi obat tersebut.

"Kami mencari daya toksiknya, meskipun ini pada obat yang sudah beredar tapi karena ini virusnya virus Indonesia jadi tetap perlu diuji kadar toksiknya dalam tubuh," tutur Nasih.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA