Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Buka Mal Saat New Normal Berbahaya

Senin 15 Jun 2020 11:53 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Tanda jaga jarak pengunjung dipasang sebagai salah satu protokol masuk kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Kamis (11/6). PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko melakukan berbagai persiapan untuk simulasi pertama praoperasional dengan standar new normal pariwisata di kawasan TWC

Tanda jaga jarak pengunjung dipasang sebagai salah satu protokol masuk kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Kamis (11/6). PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko melakukan berbagai persiapan untuk simulasi pertama praoperasional dengan standar new normal pariwisata di kawasan TWC

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Protokol kesehatan sulit diberlakukan jika mal dibuka saat new normal.

REPUBLIKA.CO.ID, Jelang penerapan kebijakan new normal pemerintah berencana membuka kembali fasilitas publiK, salah satunya adalah mal. Namun, beberapa pengamat menilai, itu justru berbahaya karena aturan protokol kesehatan akan sulit berlaku.

Berkaca dari apa yang terjadi jelang Lebaran saat beberapa pusat perbelanjaan ramai dan aturan jaga jarak dan penggunaan masker justru dilanggar, tentu harusnya ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

Jika skenario new normal tetap akan diberlakukan, seharusnya pemerintah berkaca apakah sudah memenuhi syarat sebagaimana yang dikeluarkan oleh WHO untuk penerapan kebijakan tersebut.

PENGIRIM: Dwi P Sugiarti, Majalengka

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA