Ahad 14 Jun 2020 15:52 WIB

Sleman Siapkan Sektor Wisata Jelang New Normal

"Pekan depan kami akan tinjau kesiapan wisata Merapi," kata bupati Sleman.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ratna Puspita
Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) meninjau obyek wisata Tebing Breksi di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (12/6/2020). Destinasi wisata geoheritage andalan Kabupaten Sleman yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sambimulyo tersebut bersiap untuk dibuka kembali dengan membatasi jumlah kunjungan serta penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19
Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) meninjau obyek wisata Tebing Breksi di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (12/6/2020). Destinasi wisata geoheritage andalan Kabupaten Sleman yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sambimulyo tersebut bersiap untuk dibuka kembali dengan membatasi jumlah kunjungan serta penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman mulai memeriksa kesiapan penerapan prosedur new normal dari sektor pariwisata di Kabupaten Sleman. Pemeriksaan mulai tempat-tempat seperti hotel, candi, dan tempat-tempat terkait dunia wisata di Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, melakukan pengecekan ke Hotel Alana dan Tebing Breksi. Pertama, Sri meninjau kamar dan melihat praktek protokol kesehatan yang sudah disiapkan, termasuk kepada karyawan-karyawan dan tamu-tamu.

Baca Juga

Setelah tinjauan, Sri melihat semua sudah sesuai dan menerapkan protokol. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, kewajivan mencuci tangan, sampai penataan tempat duduk yang sesuai dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, jumlah tamu sudah dibatasi 50 persen dari kapasiatas hotel dan pengunjung diwajibkan menunjukkan surat sehat dan dokumen perjalanan. Lalu, hotel-hotel diharuskan melapor agar ditinjau soal kesiapan prosedurnya.

"Setelah kita tinjau langsung kedua tempat tersebut sudah mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan standar protokol Covid-19," kata Sri.

Sri mengatakan, protokol yang telah diterapkan tempat wisata seperti Tebing Breksi menunjukkan kesiapan mereka menerima kunjungan wisata kapan saja. Ditambah, pengunjung yang tampak sudah menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, di Tebing Breksi, pengelola sudah menaruh kurang lebih 40 tempat cuci tangan yang disebarkan ke beberapa titik. Sri turut berpesan pengelola agar konsisten untuk menerapkan jarak aman dan mencegah kerumunan orang.

Kemudian, membuat standar operasional prosedur di titik-titik tertentu agar wisatawan selalu bergerak dan tidak terjadi penumpukan. Terlebih, obyek wisata seperti Tebing Breksi ditunjang wilayah-wilayah yang luas.

"Sehingga, jaga jarak lebih memungkinkan," ujar Sri.

Sri mengungkapkan, Pemkab Sleman akan menerjunkan personel untuk melakukan pemantauan setiap tempat wisata. Tujuannya, tidak lain untuk memantau dan mengingatkan wisatawan agar selalu menjaga jarak ketika berkunjung.

Ini jadi usaha memberikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung agar tidak ragu datang ke Kabupaten Sleman. Kendati demikian, Sri menekankan, tempat-tempat dari sektor pariwisata akan dibuka secara bertahap.

"Pekan depan kami akan tinjau kesiapan wisata Merapi," kata Sri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement