Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Apakah Erdogan Punya Hak Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid?

Ahad 14 Jun 2020 10:11 WIB

Rep: Daily Sabah/ Red: Elba Damhuri

Pembacaan Surat Al-Fath di Hagia Sophia Turki

Pembacaan Surat Al-Fath di Hagia Sophia Turki

Foto: Anadolu Agency
Yunani, dengan Athena tak ada masjid, memprotes keras Turki soal Hagia Sophia

REPUBLIKA.CO.ID -- Oleh Melih Altinok*

Turki sedang disibukkan dengan Hagia Sophia, yang memiliki reputasi penting di seluruh dunia. Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (AKP) baru-baru ini mengumumkan sedang mempersiapkan untuk membuka Hagia Sophia, yang telah digunakan sebagai museum de facto sejak 1934, menjadi masjid dan tempat beribadah bagi umat Islam.

Baca Juga

Yunani, yang menganggap dirinya sebagai kelanjutan dari Bizantium, telah ikut terlibat dalam debat tentang pernyataan oleh pemerintah Turki. Sikap Athena menyiratkan bahwa Turki tidak memiliki hak untuk melakukan transformasi pada Hagia Sophia.

Sebelum memulai debat ini, kita perlu melihat sejarah Hagia Sophia yang membuatnya begitu istimewa.

Hagia Sophia adalah salah satu katedral tertua di dunia, dibangun pada 537 Masehi oleh Kaisar Bizantium Justinian I. Kubah besarnya sangat unik. 

Ini adalah salah satu tempat paling suci di dunia bagi orang Kristen. Hagia Sophia --masih menyambut para pengunjung-- terlatak di semenanjung bersejarah di Istanbul dengan segala kemuliaannya.

Hagia Sophia telah menjadi milik orang Turki sejak zaman Sultan Mehmet II, yang merebut Istanbul dari Bizantium pada tahun 1453 dan meraih gelar sang penakluk. 

Ketika Mehmet sang Penakluk melintasi tembok besar dan memasuki kota, dia pertama kali pergi ke Hagia Sophia, dan mempertontonkan bangunan ini kepada rakyatnya sebagai "hak pedang," sebagaimana ditentukan oleh hukum saat itu.

Sejak hari itu, sultan menjalin hubungan yang hati-hati dengan bangunan ini, mengambil alih pemeliharaan bangunan dan mengembalikan kubah utama yang bobrok dan bagian-bagian lain yang menjadi puing-puing. 

Ini karena penyitaan bangunan oleh umat Islam adalah simbol konkret dari kejayaan munculnya peradaban Islam dari Abad Pertengahan.

Mehmet sang Penakluk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid tanpa merusak struktur historis bangunan. Dia juga menambahkan masjid di sisi bangunan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA