Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Dua Pertiga Perusahaan Masih Ragu Sponsori Olimpiade Tokyo

Jumat 12 Jun 2020 21:05 WIB

Red: Endro Yuwanto

Dua orang berdiri di belakang logo Olimpiade di Tokyo, Jepang.

Dua orang berdiri di belakang logo Olimpiade di Tokyo, Jepang.

Foto: EPA
Sejumlah perusahaan menyuarakan keprihatinan aktivitas promosi akan dibatasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak dua pertiga perusahaan sponsor Olimpiade Tokyo 2020 belum memutuskan apakah akan melanjutkan mendukung olimpiade yang sekarang diundur ke 2021. Ini berdasarkan jajak pendapat terbaru.

Pada jajak pendapat yang dipublikasikan Kamis (11/6) malam oleh penyiaran publik Jepang NHK di Tokyo yang dikutip AFP, Jumat (12/6), sebanyak 65 persen sponsor yang disurvei mengatakanbelum memutuskan apakah akan memperpanjang dukungan finansial setahun lagi.

Menurut NHK, beberapa perusahaan menyuarakan keprihatinan bahwa aktivitas promosi seputar olimpiade mungkin dibatasi karena tindakan pengurangan kerumunan yang diterapkan untuk melawan virus corona.

Sponsor juga khawatir olimpiade bisa dibatalkan sama sekali, dengan banyaknya pejabat senior olimpiade mengatakan Olimpiade Tokyo harus dilaksanakan tahun depan atau tidak sama sekali.

Banyak juga yang mengatakan sponsor belum memutuskan untuk memperpanjang sponsorship karena belum membuka negosiasi dengan penyelenggara. Ini menunjukkan mereka mungkin terbuka untuk persuasi.

Lebih dari dua pertiga (68 persen) responden mengatakan virus corona telah merusak situasi finansialnya, sementara penyelenggara olimpiade harus mendanai penundaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penyelenggara Tokyo 2020 telah menolak untuk memberi label harga pada biaya tambahan penundaan olimpiade selama setahun, namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyisihkan 800 juta dolar AS.

Menurut anggaran terbaru, olimpiade akan memakan biaya 12,6 miliar dolar AS, yang terbagi antara komite penyelenggara, Pemerintah Jepang dan Kota Tokyo.

Sponsor "Emas" Tokyo 2020 termasuk nama-nama perusahaan Jepang seperti Canon, NEC, dan Asahi Breweries, sementara raksasa otomotif Toyota adalah sponsor olimpiade di seluruh dunia.

Menurut versi terbaru anggaran Tokyo 2020, sponsorship lokal akan mendatangkan 3,3 miliar dolar AS, lebih dari setengah keuntungan yang diproyeksikan 5,9 miliar dolar. Sejak penundaan, para pejabat telah menekankan perlunya merampingkan olimpiade, baik dalam biaya maupun organisasi.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA