Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Pemerintah Siapkan 5 Skema Bantu New Normal Pesantren

Kamis 11 Jun 2020 21:13 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nashih Nashrullah

5 skema disiapkan pemerintah untuk membantu new normal pesantren. Suasana pondok pesantren (ilustrasi).

5 skema disiapkan pemerintah untuk membantu new normal pesantren. Suasana pondok pesantren (ilustrasi).

Foto: Republika/Tahta Aidilla
5 skema disiapkan pemerintah untuk membantu new normal pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Agama menyatakan terdapat lima hal yang akan dilakukan pemerintah untuk membantu pesantren membuka kembali pembelajaran. 

Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Imam Syafei, mengatakan pertama usulan bantuan operasional untuk pesantren menghadapi tatanan normal baru atau new normal, yang telah diajukan ke Kementerian Keuangan. 

Kedua, lanjut Imam, bantuan pembelajaran daring bagi pesantren yang belum mau membuka pesantren. Sebab, meskipun sudah dibolehkan untuk membuka, masih ada pesantren yang belum membuka kembali kegiatan santri demi memastikan aman dari Covid-19. 

Baca Juga

Selanjutnya,  Kemenag juga mendorong pemberian insentif bagi ustadz maupun ustadzah dan tenaga kependidikan di pesantren. Hal ini juga sebelumnya disinggung Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat membuka rakornas yang difasilitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tersebut. Usulan ini disampaikan ke Kementerian Sosial dan Kementerian Desa.  

Selain itu, paling penting dalam mengupayakan protokol kesehatan di pesantren adalah dukungan pemeriksaan kesehatan. 

Dia mengatakan, terkait poin ini, sudah berjalan di sejumlah pesantren untuk layanan kesehatan di daerah maupun berkerjasama dengan pemerintah daerah  

Terakhir, lanjut Imam, usulan bantuan kepada pesantren terkait sarana dan prasarana, yang diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.  

"Kita bicarakan dengan PUPR, tempat cuci tangan wudlu dan MCK, ini yang fasilitas yang sangat dibutuhkan karena biasanya pesantren satu tempat wudlu berapa puluh orang ini dibicarakan dgn Kemenkeu," ujar Imam saat mengikuti  Rakornas Daring bertema 'Kesiapan Pesantren dan Satuan Pendidikan Keagamaan Berbasis Asrama di era New Normal', Kamis (11/6).  

Dia menyatakan langkah ini sudah rakor dengan lintas kementerian, untuk mendukung new normal pesantren, sudah dalam proses pengusulan, mudah-mudahan bisa memenuhi harapan tadi.    

Dia juga menjelaskan, gambaran pesantren dengan jumlah 28.194 pesantren sangat luar biasa, sehingga harus disikapi secara serius. Sementara, kondisi pesantren saat pandemi Covid-19 juga berbeda beda. 

Dari pesantren tersebut, ada pesantren yang sama sekali tidak memulangkan santrinya, dan ada juga yang pesantren memilih memulangkan seluruh santri. 

"Tapi ada sebagian santri pulang, ada sebagian masih tertahan, saya cek ada seperti di Magelang, Bogor dan beberapa tempat, meskipun pulangkan santrinya tapi santri yang masih tinggal banyak," ujarnya.

Ada pesantren juga yang sudah bersiap melakukan penerimaan santri baru. Sementara itu, model pembelajaran di pesantren tetap mengaji di pondok dengan protokol pembatasan yang ketat.  

"Ini terutama yang kondisi pertama tadi yaitu kondisi santri yang tidak pulang memang sampai hari ini mereka masih belajar tetapi dengan tetap protokol kesehatan," ujarnya.  

Kedua, model pembelajaran ngaji dari rumah juga diberlakukan bagi pesantren yang belum menilai kegiatan. Melalui pembelajaran daring dengan skema dan target capaian yang ditetapkan pengasuh. 

"Namun demikian pengertian daring di sini tidak seperti e-learning yang modern karena pesantren masih ada beberapa kendala, seperti live streaming," kata dia.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA