Kamis 11 Jun 2020 18:58 WIB

Ruud Gullit: Sepak Bola HarusPimpin Revolusi Rasisme

ullit mengecam aspek kekerasan dari demonstrasi Black Lives Matter.

Rep: Harifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Seorang wanita memanjat patung Abraham Lincon di Parliament Square saat aksi Black Lives Matter di London, Sabtu (6/6). Sejumlah massa diseluruh dunia melakukan aksi solidaritas atas kematian George Floyd yang meninggal dalam tahanan polisi di Minneapolis
Foto: AP/Alberto Pezzali
Seorang wanita memanjat patung Abraham Lincon di Parliament Square saat aksi Black Lives Matter di London, Sabtu (6/6). Sejumlah massa diseluruh dunia melakukan aksi solidaritas atas kematian George Floyd yang meninggal dalam tahanan polisi di Minneapolis

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Legenda sepak bola asal Belanda Ruud Gullit memaparkan idenya agar sepak bola mempelopori revolusi ras. Gullit menyebut tidak ada waktu lagi untuk memerangi rasialisme.

Gullit mengecam aspek kekerasan dari demonstrasi Black Lives Matter yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd. Menurutnya, saat ini menjadi waktu yang tepat dalam mewujudkan perubahan.

"Ini tidak bisa dilupakan dalam tiga bulan, sekarang atau tidak sama sekali," kata Gullit dilansir dari laman Sky Sports, Kamis (11/6).

Dia menyebut orang-orang memang memiliki hak untuk meluapkan amarahnya. Namun jangan sampai penjarahan dan kekerasan terjadi pada saat demonstrasi.

"Kita smeua manusia, kita harus berpikir seperti itu. Harus ada cinta yang universal untuk semua orang, itulah satu-satunya hal yang perlu diubah dalam mentalitas orang," katanya.

Gullit sadar bahwa banyak orang kulit putih yang tidak mengerti bagaimana rasanya diperlakukan berbeda. Meski sulit, tapi perlu bagi orang-orang untuk mengerti.

Legenda AC Milan ini menantang sepak bola di seluruh dunia, termasuk tokoh-tokoh berpengaruh untuk menggunakan platform mereka untuk mendorong revolusi untuk menyadari banyak orang dari latar belakang etnis minoritas terwakili di seluruh masyarakat.

"Jika anda pergi ke organisasi besar seperti FIFA, UEFA, FA atau federasi di Belanda, di tingkat atas tidak ada orang kulit hitam," katanya.

Dia ingin adanya kesempatan bagi orang kulit hitam dalam memimpin organisasi besar. Gullit menyebut ini bisa jadi kesempatan bagi orang kulit hitam untuk tidak lagi mendapat perlakukan dikriminasi rasial.

"Tentu saja sepak bola bisa jadi bagian dari itu karena kita punya banyak perhatian. Ini jadi saatnya kita melakukannya. Saya ingin orang-prang yang berpengaruh dalam komunitas kulit putih mengatakan sesuatu tentang itu dan melakukan sesuatu dengan itu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement