Kamis 11 Jun 2020 16:40 WIB

Masjid Agung Keraton Solo Siapkan Sholat Jumat Pertama

Dengan protokol kesehatan, Masjid Agung hanya menampung sepertiga dari kapasitasnya.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Bilal Ramadhan
Warga menunaikan Shalat Dzuhur di Masjid Agung, Solo, Jawa Tengah
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Warga menunaikan Shalat Dzuhur di Masjid Agung, Solo, Jawa Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Masjid Agung Keraton Solo melakukan sejumlah persiapan untuk pelaksanaan Shalat Jumat pertama pada Jumat (12/6) setelah sekitar dua bulan tidak menggelar Sholat Jumat. Takmir masjid menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Takmir Masjid Agung Solo sekaligus Penghulu Tafsir Anom Keraton Solo, Muhtarom, mengatakan telah menyiapkan tempat cuci tangan, serta penyemprotan disinfektan minimal empat kali selama sepekan.

"Kemarin kami melakukan rapat persiapan, di titik masuk nanti kami siapkan hand sanitizer, kemudian pengukuran suhu, serta sosialisasi masker dan sajadah setiap mau shalat sudah kami sosialisasikan," kata Muhtarom kepada wartawan, Kamis (11/6).

Di samping itu, takmir masjid menyiapkan agar para jamaah melakukan jaga jarak. Masjid Agung memiliki kapasitas sebanyak 1.760 jamaah. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan, maka Masjid Agung kini hanya menampung sepertiga dari kapasitas tersebut.

"Berkurang dua per tiga. Sekarang ya tinggal sepertiga atau sekitar 586 jamaah," imbuhnya.

Muhtarom menambahkan, dalam prosesi Sholat Jumat nantinya takmir masjid menganjurkan kepada khotib agar jangan terlalu lama membacakan khotbah. Kemudian, saat sholat diimbau membacakan surat-surat yang relatif pendek.

"Dan habis sholat kami anjurkan untuk segera meninggalkan Masjid Agung untuk kembali beraktivitas lagi, karena nanti untuk pengepelan, jamaah sudah memahami. Setiap selesai sholat kami pel lantainya," ujarnya.

Muhtarom menyebut, ada lima titik pintu masuk Masjid Agung yang nantinya masing-masing akan dijaga oleh sejumlah petugas. Satu petugas untuk pengukuran suhu tubuh, serta petugas lainnya.

"Kalau overload ya kami siapkan tikar di depan untuk di halaman. Cara kami menggelar tikar tidak menyamping tapi ke belakang sehingga jamaah secara otomatis akan menjaga jarak," paparnya.

Rencanaya, Sholat Jumat besok akan dipimpin oleh KH Muhammad Toha Mustofa Al Hafid sebagai imam, serta KH Abdul Kholik Hasan sebagai khotib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement