Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Dokter Korsel Temukan Faktor yang Perparah Gejala Covid-19

Kamis 11 Jun 2020 11:09 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang staff kesehatan membetulkan kacamata saat menyemprot disinfektan di Korea Selatan untuk cegah Covid-19, ilustrasi

Seorang staff kesehatan membetulkan kacamata saat menyemprot disinfektan di Korea Selatan untuk cegah Covid-19, ilustrasi

Foto: AP / Lee Jin-man
Diabetes dan penyakit jantung menjadi faktor yang memperparah gejala Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Dokter-dokter Korea Selatan (Korsel) menemukan kondisi tertentu yang memperparah gejala Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona. Hal itu disampaikan profesor penyakit dalam Yeungnam University Medical Center Ahn June-hong.

Penemuan itu dapat membantu dokter mengidentifikasi dan memprioritaskan pasien dengan risiko yang paling tinggi sejak awal. Pakar medis dan epidemiolog berusaha mencari tahu faktor yang memperburuk gejala Covid-19 yang kini telah menewaskan lebih dari 400 ribu orang.

Dalam jurnal yang diterbitkan Journal of Korean Medical Science pada 2 Juni lalu, Ahn dan dokter-dokter Korsel lainnya menemukan diabetes, tingginya suhu tubuh, rendahnya saturasi oksigen, dan penyakit jantung sebelumnya menjadi faktor prognosis yang memperparah Covid-19.

Baca Juga

"Saya yakin menggunakan faktor-faktor prognosis yang memperparah kondisi pasien Covid-19 akan memberikan para dokter kesempatan untuk menawarkan perawatan terbaik pada pasien risiko tinggi itu sejak awal," kata Ahn, Kamis (11/6).

Para dokter mengamati 110 pasien virus corona di rumah sakit Daegu, pusat wabah virus corona di Korsel sejak 19 Februari hingga 15 April. Dalam jurnal tersebut dikatakan pasien-pasien yang jauh lebih tua cenderung memiliki diabetes dan saturasi oksigen yang rendah.

Professor Ahn mengatakan, pasien virus corona yang memiliki setidaknya tiga dari empat faktor prognosis itu mengalami gejala yang parah. Hari Kamis ini, Korsel melaporkan 45 kasus baru sehingga total kasus infeksi di Negeri Ginseng menjadi 11.947 kasus. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA