Kamis 11 Jun 2020 09:12 WIB

Sejarah Hari Ini: Bencana Kelaparan Landa Sudan

Diperkirakan 1,2 juta orang meninggal akibat kelaparan di Sudan pada 1998.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Kelaparan dan kurangnya sarana medis masih membelenggu Darfur, Sudan.
Foto: http://elfasher88.blogspot.com
Kelaparan dan kurangnya sarana medis masih membelenggu Darfur, Sudan.

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM -- Pada 11 Juni 1998, PBB mendeklarasikan bahwa rakyat Sudan mengalami kelaparan parah dengan lebih dari satu juta orang kekurangan makan. PBB juga memprediksi hingga 1,2 juta orang bisa saja meninggal karena kelaparan di selatan negara itu.

Peningkatan dramatis dari rakyat yang kelaparan itu mendorong Program Pangan Dunia untuk menyerukan operasi bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menargetkan mereka yang paling berisiko di beberapa daerah. PBB menyebutnya daerah dengan "zona kelaparan".

Baca Juga

Pekerja bantuan telah mengatakan selama berminggu-minggu bahwa situasi di negara tersebut di luar kendali. Para pekerja bantuan juga menilai bahwa lebih banyak orang membutuhkan makanan daripada yang diperkirakan.

Berita itu datang ketika pihak berwenang Sudan bertemu di negara bagian selatan Bahr al-Ghazal untuk membahas krisis. Peringatan pertama bahwa banyak bagian pemberontak dan Sudan selatan yang dikuasai pemerintah kemungkinan menghadapi kekurangan pangan ekstrem pada November tahun lalu.

Pusat pemberian makan anak yang dijalankan oleh kelompok medis, Medecins Sans Frontieres, penuh dengan anak-anak yang kurus kering dan orang dewasa sedikit lebih baik.

"Kami telah gagal merespons dengan tepat waktu," ujar Nick Southern dari Save the Children Fund dikutip BBC History, Kamis (11/6).

David Fletcher yang bekerja untuk Program Pangan Dunia (WFP), mengatakan akan meningkatkan pengiriman makanan melalui udara. Fletcher juga mengatakan bahwa operasi WFP Sudan kekurangan dana donor sebesar 117 juta dolar AS.

Hingga 100 ribu orang tewas dalam kelaparan 1998 di Sudan Selatan. Pada tahun berikutnya Palang Merah Inggris mengklaim bahwa bantuan dari Inggris setidaknya telah membantu menyelamatkan nyawa 250 ribu orang.

Peringatan kelaparan baru dikeluarkan oleh WFP, dan daerah itu masih dalam kondisi genting. Pada Januari 2004, Tentara Sudan mencoba menumpas pemberontak di wilayah barat Darfur dan lebih dari 100 ribu orang mencari perlindungan di negara tetangga Chad.

Kemudian pada Maret 2004 seorang pejabat PBB mengatakan milisi Arab pro-pemerintah melakukan pembunuhan sistematis terhadap penduduk desa Afrika di Darfur. Hingga satu juta orang atau seperenam dari populasi Sudan barat diyakini berpindah untuk mengungsi dan ribuan mencari makanan di kamp-kamp pengungsi yang terlalu padat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement