Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Cara Menjaga Kesehatan Kulit Selama Pandemi Covid-19

Kamis 11 Jun 2020 05:15 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Kulit wajah (ilustrasi).

Kulit wajah (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Melakukan eksfoliasi jadi salah satu cara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat harus beraktivitas dari rumah, baik dalam bekerja, belajar, hingga beribadah. Pada masa ini, ternyata kulit berpotensi mengalami kerusakan. Itu disebabkan, kebiasaan yang berubah, seperti menjadi lebih sering mencuci tangan, mennggunakan hand sanitizer, dan beraktivitas di ruang ber-AC, yang ditambah dengan rasa stres berpotensi menyebabkan kerusakan kulit pada orang dewasa dan anak-anak. 

Dokter Irmadita Citrashanty Sp. KK, menekankan pentingnya menjaga kesehatan kulit selama masa di rumah saja.

"Merawat kulit selama pandemi Covid-19 sangat perlu dilakukan, meski kita beraktivitas di dalam rumah. Melakukan perawatan kulit secara rutin selama masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa harus pergi ke klinik kecantikan," ujar dokter Irmadita yang juga pengusaha sukses asal Surabaya ini, Rabu (6/10).

photo
dr. Irmadita Citrashanty Sp. KK. - (Dok. Pri)
Menurut dokter spesialis Kulit dan Kelamin lulusan Fakultas Kedoteran Universitas Airlangga ini, ada beberapa hal utama dalam merawat kulit.

"Melakukan perawatan kulit dari dalam dengan mengonsumsi banyak air putih, buah-buahan dan sayur sebagai antioksidan, mengurangi makanan berminyak, menghindari begadang dan stress," kata dia.

Adapun cara perawatan dari luar dengan mencuci wajah, melakukan eksfoliasi, mengoleskan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit, dan memberikan proteksi yaitu dgn selalu menggunakan tabir surya meskipun dirumah saja. Apalagi dalam keadaan pandemi siapapun harus sering menggunakan masker dalam waktu yang cukup lama, hal ini berpotensi menimbulkan masalah pada wajah yaitu salah satunya jerawat.

"Kita harus pandai mengelola emosi, sebab faktor stres juga dapat memengaruhi kulit, tidak hanya dari dalam, kita juga perlu melakukan perawatan dari luar, seperti rajin mencuci wajah dua kali sehari, menjaga kebersihan rambut dengan rajin mencuci rambut, sering mengganti sarung bantal atau handuk untuk menghindari bakteri," ujarnya.

Dia mengatakan, penggunaan masker wajah maksimal empat jam sehari dan mengganti dengan masker yang baru apabila perlu menggunakan dalam waktu yang lebih lama, dan tetap menggunakan tabir surya jugal hal yang penting.

Entrepreneur sekaligus dosen ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK. Unair ini mengatakan, dengan menerapkan perawatan dari dalam serta luar secara rutin dapat membantu kulit tetap sehat selama beraktivitas di dalam rumah dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19.

"Meski di rumah saja kita juga perlu merawat diri, sebab dengan melakukan perawatan diri juga dapat membantu menghilangkan jenuh selama melakukan aktivitas di rumah, selain itu dengan mengonsumsi makanan sehat kita mendapatkan dua manfaat yaitu bagi kulit serta imunitas tubuh," ucap Direktur utama PT Aiola Indonesia ini.

Saat ini dr. Irmadita bersama Hendy Setiono Foundation dan klinik Surabaya Skin Centre sedang menjalankan gerakan hapus tato gratis bagi yang ingin berhijrah.

Menurutnya, memiliki tato permanen di tubuh, bagi sebagian orang, mungkin membuatnya bangga. Selain bernilai seni, tato memiliki filosofi tersendiri bagi orang bersangkutan. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang berubah pikiran dan ingin menghapus tato di tubuhnya. 

"Selama ini banyak pasien yang datang dengan keinginan melakukan penghapusan tato permanen pada tubuhnya. Alasannya beragam. Seperti menikah, pekerjaan, dan kebosanan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA