Rabu 10 Jun 2020 23:13 WIB

3 Bulan Tutup, Owabong Kehilangan Potensi Pendapatan Rp 25 M

Owabong siap menerapkan protokol kesehatan jika sudah diizinkan buka kembali.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Owabong Waterpark, Purbalingga, Jawa Tengah
Foto: owabong
Owabong Waterpark, Purbalingga, Jawa Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Sektor pariwisata di Kabupaten Purbalingga, menjadi sektor yang paling parah terdampak wabah Covid 19. Humas Perusahaan Daerah (Perusda) Owabong, Bambang Adi, menyebutkan sejak wabah terjadi di Tanah Air, obyek wisata air Owabong yang menjadi obyek wisata andalan di Purbalingga, langsung diputuskan untuk tidak beroperasi.

''Sampai saat ini, terhitung sudah tiga bulan Owabong tidak beroperasi. Penutupan obyek wisata selama ini, menyebabkan kita kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 3 miliar,'' kata dia, Selasa (9/6).

Baca Juga

Padahal, kata Bambang, aktivitas wisata Owabong tidak hanya memberi kontribusi pada pendapatan perusahaan. Tapi juga memberikan kontribusi sangat besar, bagi aktivitas ekonomi warga sekitar.

Untuk itu, menjelang penerapan New Normal, dia berharap obyek wisata Owabong dan juga obyek wisata lain di Purbalingga, juga bisa kembali dibuka. ''Seluruh pegiat dan pelaku wisata di Purbalingga siap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan kami dari Owabong, juga sudah melakukan simulasi, serta membentuk tim gugus Clean, Healthy dan Safety CHS,'' katanya.

Manajer Perusda Owabong, Hartono, juga menyampaikan harapannya agar obyek wisata di Purbalingga bisa kembali dibuka. ''Sektor pariwisata di sejumlah daerah juga mulai dibuka. Bali dan Lombok sudah mulai membuka aktivitas wisatanya mulai Senin kemarin. Untuk itu, kami mohon agar Owabong juga bisa segera dibuka,'' katanya.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, mengakui sektor pariwisata memang menjadi penggerak utama perekonomian di Purbalingga. Untuk itu, lumpuhnya aktivitas wisata selama tiga bulan, juga telah memukul sektor ekonomi lain.

Namun  untuk membuka kembali aktivitas wisata di Purbalingga, Bupati menyatakan masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. ''Kemungkinan, sektor pariwisata di Purbalingga ini akan dibuka secara bertahap,'' jelasnya.

Sebelumnya, Bupati juga telah melakukan kegiatan penyerahan bantuan Jaring Pengaman Sosial bagi pegiat dan pelaku pariwisata yang ada di komplek  Obyek Wisata Purbasari Pancuran Mas. Usai penyerahan bantuan, menyempatkan diri untuk melihat sejumlah wahana baru yang disiapkan pengelola obyek wisata berikut fasilitas protokol kesehatan yang disiapkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement