Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

China-Rusia Diminta Cegah Perpanjangan Embargo Senjata Iran

Rabu 10 Jun 2020 21:58 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah awak kapal beraktivitas di kapal fortune Iran. Embargo senjata Iran dijadwalkan berakhir pada Oktober mendatang. Ilustrasi.

Sejumlah awak kapal beraktivitas di kapal fortune Iran. Embargo senjata Iran dijadwalkan berakhir pada Oktober mendatang. Ilustrasi.

Foto: MinCI
Embargo senjata Iran dijadwalkan berakhir pada Oktober mendatang

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyerukan Rusia dan China menolak seruan Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang embargo senjata yang diterapkan PBB terhadap negaranya. Embargo itu dijadwalkan berakhir pada Oktober mendatang.

"Amerika sudah gusar, kesal, dan ingin membawa masalah ini ke Dewan Keamanan (PBB). Kami ingin empat anggota tetap Dewan Keamanan untuk menghadapi Amerika. Khususnya kami mengharapkan Rusia dan China menentang plot AS ini," kata Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (10/6).

Dia mengatakan rencana AS tidak akan berhasil. "Kami akan meningkatkan kemampuan pertahanan kami karena kami telah melakukannya bahkan di bawah sanksi," ujarnya.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia dan China memiliki hak veto untuk menentang perpanjangan embargo senjata terhadap Iran. Namun jika Dewan Keamanan tak memperpanjangnya, AS telah mengancam akan memicu apa yang disebut sebagai snapback dari semua sanksi AS terhadap Iran, termasuk embargo senjata, menggunakan proses yang digariskan dalam kesepakatan nuklir.

AS telah hengkang dari kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018. Ia pun kembali menerapkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Merespons langkah itu, Iran mulai mengurangi satu per satu komitmennya dalam JCPOA. Ia juga siap memperkaya uranium melewati ambang batas yang ditentukan JCPOA jika perekonomiannya tak dilindungi dari sanksi AS oleh pihak-pihak dalam kesepakatan nuklir.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengambil garis yang lebih keras dengan PBB untuk memperluas serta memperkuat embargo terhadap Iran. Dia memperingatkan bahwa pencabutannya memungkinkan Iran memperoleh senjata yang dapat memicu konflik di Timur Tengah.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA