Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Dibutuhkan Ide dan Solusi Baru pada New Normal

Kamis 11 Jun 2020 01:07 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

BUMN harus mampu merespons segala bentuk tantangan dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

BUMN harus mampu merespons segala bentuk tantangan dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

Foto: istimewa
Era normal baru mendorong BUMN kreatif dan bereksperimen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Alex Denni mengatakan, pada era normal baru dibutuhkan ide-ide baru dan solusi yang baru pula. Itu diungkapkannya pada webinar "How to Maintain Organization Effectiveness During the Pandemic of Covid-19" yang diselenggarakan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) di Jakarta, Rabu (10/6).

"Normal baru menuntut ide-ide baru, produk baru, solusi baru, dan juga perilaku baru. Kalau kita masuk ke era new normal dengan ide baru namun produk lama, maka itu bukan normal baru," kata Alex. Ia juga menambahkan normal baru memiliki kaitan erat dengan vaksin dan virus Covid-19.

Menurutnya sejumlah perubahan telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan BUMN seperti Pegadaian dan juga Bio Farma agar bisa beradaptasi pada era tatanan normal baru.

"Itu yang dilakukan Bio Farma yang sudah merancang pola kerja sedemikian rupa dan proteksi karyawan diutamakan. Begitu pula Pegadaian yang menggandeng penyanyi Didi Kempot untuk mengenalkan produknya kepada kalangan milenial serta mengumpulkan donasi untuk penanggulangan Covid-19," terang dia.

Alex menjelaskan bahwa saat ini, Bangsa Indonesia baru masuk pada era tatanan normal baru. Dalam masa pandemi ini sebagian masyarakat sudah mulai disiplin, namun sebagian juga belum disiplin menjalankan protokol kesehatan. Untuk itu diperlukan kreativitas perusahaan BUMN. Kreativitas tersebut membutuhkan eksperimen.

"Keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru pula dan melakukan sejumlah percobaan. Era ini mendorong kita untuk bereksperimen," jelas Alex.

Pola pengelolaan organisasi yang hanya menunggu perintah atasan tidak cocok dengan era saat ini. Oleh karena itu, Alex mendorong agar para pemimpin perusahaan BUMN untuk memberikan keleluasaan agar karyawan BUMN bisa kreatifdan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

Sementara itu Ketua Umum FHCI Herdy Harman mengatakan pihaknya berupaya agar semua kegiatan FHCI bisa tetap diselenggarakan.

"Di tengah wabah ini, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. Kita masih diminta bantuan untuk menyiapkan relawan nonmedis yang ditempatkan di Wisma Atlet. Ini terus kita cari dan biayai. Hingga saat ini lebih dari 100 relawan nonmedis," kata Herdy.

Herdy menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan majalah digital mengenai forum human capital di lingkungan BUMN. Di dalam majalah digital itu, semua kajian, artikel dan praktik baik pengelolaan sumber daya akan dituliskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA