Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Mengenal Burung dalam Alquran, Hud-Hud

Rabu 10 Jun 2020 13:09 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Mengenal Burung dalam Alquran, Hud-Hud

Mengenal Burung dalam Alquran, Hud-Hud

Burung hud-hud menceritakan tentang negeri Saba kepada Nabi Sulaiman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Sulaiman merupakan seorang raja dan penguasa Suriah dan Palestina. Pasukannya terdiri dari manusia, jin dan burung. Kemungkinan burung-burung itu bekerja untuk mengkomunikasikan pesan-pesan, berburu, dan hal lainnya.

Dilansir dari laman About Islam, Rabu (10/6), Dalam Alquran Surah An-Naml ayat 20, diulas mengenai hud-hud. Pasukan yang paling bergerak adalah burung-burung. Dengan sayap, mereka terbang melihat segalanya seperti pengintai yang efisien.

Nabi Sulaiman mengungkapkan kemarahannya dan keinginannya memberikan azab yang keras kepada hud-hud, jika burung itu tidak hadir dengan alasan yang masuk akal di hadapannya. Beberapa saat kemudian hud-hud kembali, dan berkata:

Baca Juga

"Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah!"

"Nabi Sulaiman berkata, Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan", Alquran Surah An-Naml ayat 27-28.

Di sinilah peran hud-hud berakhir. Beberapa orang menafsirkan hud-bud merupakan nama manusia, dan bukan burung. Hal ini karena seekor burung tidak mungkin diberkahi dengan kekuatan pengamatan dan ekspresi sedemikian rupa, sehingga harus melewati suatu negara dan harus datang ke tanah Saba.

Lalu menyatakan di sana memiliki sistem pemerintahan ini dan itu, dan diperintah oleh seorang wanita tertentu (Balqis). Agamanya adalah penyembahan matahari, dan kemudian setelah hud-hud kembalinya ke Nabi Sulaiman, hud-hud harus dengan jelas membuat laporan tentang semua pengamatannya di hadapan Nabi.

Meskipun ada kemajuan besar dalam sains dan teknologi, manusia tidak dapat memastikan dengan pasti kekuatan dan kemampuan apa yang dimiliki oleh spesies binatang dan individu yang berbeda?

Sekarang ketika Allah subhanahu wa ta'ala, yang merupakan Pencipta hewan-hewan ini, memberi tahu manusia mengenai kemampuan burung tersebut. Maka Allah subhanahu wa ta'ala lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA