Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Pasien Positif Covid-19 di Bandung Bertambah Jadi 353 Orang

Rabu 10 Jun 2020 12:55 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Tenaga medis wanita membawa pasien di UPT Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (21/4). Guna membantu penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan, Puskesmas Garuda menyiapkan tenaga medis yang siap untuk menangani pasien indikasi Covid-19 serta ruangan khusus untuk merawat pasien Covid-19

Tenaga medis wanita membawa pasien di UPT Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (21/4). Guna membantu penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan, Puskesmas Garuda menyiapkan tenaga medis yang siap untuk menangani pasien indikasi Covid-19 serta ruangan khusus untuk merawat pasien Covid-19

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pasien positif terdiri dari 40 meninggal dunia, 145 sembuh dan 168 masih dirawat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus positif terkonfirmasi covid-19 di Kota Bandung tiap hari terus bertambah dimana hingga Selasa (9/6) sore merujuk kepada data di situs Pusat Covid-19 Kota Bandung telah mencapai 353 orang. Terdiri dari 40 orang meninggal dunia, 145 orang sembuh dan dirawat 168 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 4.210 orang terdiri dari 3.928 orang telah selesai dipantau, 282 orang masih dalam pemantauan. Pasien dalam pengawasan (PDP) 1.065 orang terdiri dari 796 orang selesai diawasi dan 269 masih diawasi.

Kecamatan di Kota Bandung yang menyumbang positif covid-19 tertinggi berada di Antapani 22 kasus, Bandung Kulon 27 kasus, Cicendo 40 kasus, Cibiru 15 kasus, Coblong 22 kasus, Kiaracondong 17 kasus, Regol 18 kasus dan Cibeunying Kaler dan Bojongloa Kaler masing masing 11 kasus.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengungkapkan bahwa kenaikan positif covid-19 terjadi karena pelacakan atau trasing terhadap positif covid-19 dan yang kontak erat dilakukan secara masif. Selain itu, rapid tes dan tes swab dilakukan terus menerus.

"Itu karena pelacakan dan hasil tes swab," ujarnya, Senin (8/6). Namun, ia sendiri merasa khawatir dan was-was dengan pelacakan dan tes yang agresid akan terjadi lonjakan kasus positif covid-19.

Oleh karena itu, Oded meminta agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan. Ia pun mengakui jika peningkatan kasus covid-19 ada namun tidak signifikan atau landai.

"Peningkatan ada tapi alhamdulillah tidak signifikan perlu disyukuri dengan peningkatan hari ini landai," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA