Rabu 10 Jun 2020 09:44 WIB

IHSG Dibuka di Zona Merah Didorong Aksi Profit Taking

Selain profit taking, isu perminyakan dan ekonomi AS berpotensi jadi sentimen negatif

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (10/6).
Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (10/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (10/6). Indeks saham bergerak turun mengikuti pelemahan bursa global. IHSG melemah nyaris satu persen ke level 4.985,05.

Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan memperkirakan koreksi masih akan berlanjut. "Pelemahan didorong oleh aksi profit taking," kata Dennies, Rabu (10/6)

Baca Juga

Selain dari global, Dennies melihat, ada kekhawatiran Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memberhentikan pemangkasan produksi minyak pada akhir juni. Hal ini akan menjadi sentimen negatif bagi pasar. 

Investor sedang menanti pernyataan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terkait suku bunga. The Fed juga berencana menyampaikan proyeksi pertumbuban ekonomi AS pada tahun ini. Dalam sejumlah pernyataan, The Fed memprediksi ekonomi AS akan melambat.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, mengatakan secara teknikal IHSG kembali bergerak menjenuh. "Kami memprediksi indeks saham akan tertekan dan bergerak dikisaran 4.982-5.100," kata Lanjar.

Bank Dunia memperkirakan kontraksi ekonomi pada negara berkembang akan sebesar 2,5 persen di tahun 2020. Kontraksi ini merupakan pelemahan ekonomi pertama setidaknya dalam 60 tahun terakhir. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement