Selasa 09 Jun 2020 02:57 WIB

Pengamat: Ekonomi Membaik Mulai Kuartal IV 2020

Pertumbuhan ekonomi akan berjalan baik jika pemberian stimulus terealisasi.

Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (1/6/). Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mulai membaik pada kuartal IV2020. Syaratnya, tidak terjadi pandemi Covid-19 gelombang kedua.
Foto: ANTARA/NOVA WAHYUDI
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (1/6/). Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mulai membaik pada kuartal IV2020. Syaratnya, tidak terjadi pandemi Covid-19 gelombang kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mulai membaik pada kuartal IV2020. Syaratnya, tidak terjadi pandemi Covid-19 gelombang kedua.

“Baru akan mulai mengarah positif itu kuartal IV dengan asumsi pelonggaran ekonomi tidak terintrupsi oleh gelombang kedua Covid-19,” katanya kepada Antara di Jakarta, Senin (8/6).

Piter mengatakan perbaikan dapat dicapai jika pelonggaran aktivitas perekonomian berjalan lancar, tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19, serta pemberian stimulus oleh pemerintah terealisasi.

Di sisi lain, Piter menyatakan titik terendah pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini akan terjadi pada Triwulan II karena terdapat PSBB, konsumsi yang tidak tinggi saat bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, serta belum lancarnya realisasi stimulus.

“Menurut saya kuartal II 2020 ini kita akan mengalami penurunan ekonomi yang cukup besar yaitu di kisaran 2 persen sampai 5 persen. Kalau tanpa stimulus ya lebih buruk lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Piter mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diprediksikan tidak tumbuh atau nol persen hingga terkontraksi 2 persen.

“Untuk 2020 perkiraan kita masih negatif yaitu nol sampai minus 2 persen. Tapi harapannya pemulihan ekonomi sudah mulai kita lakukan pada 2021,” katanya.

Berbeda dengan Piter, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini akan terkontraksi hingga 0,26 persen.

“Untuk 2020 masih tetap negatif pertumbuhannya di kisaran minus 0,26 persen,” katanya.

Tauhid menyatakan perekonomian pada kuartal II 2020 akan mengalami kontraksi yang sangat dalam yaitu 0,69 persen atau bisa tumbuh positif tapi hanya berada di level 0,12 persen.

“Triwulan II itu minus 0,69 persen sampai 0,12 persen. Kemudian kemungkinan dampak stimulus akan terasa pada triwulan IV 2020 atau awal 2021,” ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement