Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Afsel Mulai Gunakan RS Swasta Terima Pasien Covid-19

Senin 08 Jun 2020 05:48 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Hiru Muhammad

Warga mengantre untuk dites Covid-19 di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (7/5).

Warga mengantre untuk dites Covid-19 di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (7/5).

Foto: AP Photo/Themba Hadebe
Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit swasta dikenakan biaya hingga 16.000 rand

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG--Pemerintah Afrika Selatan telah menyetujui sejumlah dana yang akan dibayarkan ke rumah sakit swasta dan praktisi medis untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah. Keputusan ini menimbang kemungkinan rumah sakit umum kehabisan ruang untuk merawat pasien.

Pemerintah telah melakukan pembicaraan selama berbulan-bulan dengan perusahaan swasta dan asosiasi medis menjelang skenario kemungkinan rumah sakit umum kehabisan tempat perawatan kritis. Kesepakatan telah dicapai dengan biaya harian hingga 16.000 rand untuk pasien Covid-19  yang dirawat di tempat perawatan kritis di rumah sakit swasta.

Wakil Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan untuk Asuransi Kesehatan nasional, Anban Pillay, menyatakan, biaya tersebut termasuk biaya menggunakan tempat tidur, membayar tim spesialis untuk merawat pasien, dan layanan tambahan termasuk patologi serta radiologi. Setelah persyaratan atas telah disepakati dengan sektor swasta, departemen kesehatan di sembilan provinsi negara itu akan menandatangani perjanjian tingkat layanan.

Sebuah presentasi Kementerian Kesehatan pada April menyebutkan total sekitar 3.300 tempat tidur dengan dua pertiga berada di sektor swasta. Penyedia layanan kesehatan Netcare memperkirakan ada sekitar 6.000 tempat tidur, dengan sekitar 3.800 di rumah sakit swasta.

Afrika Selatan telah mencatat 45.973 kasus Covid-19 pada Sabtu (6/6). Jumlah ini terbesar di Afrika, dengan jumlah meningkat lebih tajam dalam beberapa pekan terakhir. Sampai akhir Mei, sekitar 1.100 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit, tetapi tidak jelas berapa banyak yang dalam perawatan kritis.

Pillay berharap departemen kesehatan provinsi Western Cape akan segera menggunakan ranjang perawatan kritis di rumah sakit swasta, diikuti oleh Eastern Cape. Western Cape menyumbang 66 persen dari kasus negara dan Eastern Cape 12 persen."Mengingat situasi di Western Cape, penting bagi kami untuk menutup masalah ini," kata Pillay. 

sumber : reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA