Sabtu 06 Jun 2020 23:37 WIB

Destinasi Wisata Favorit di Banda Aceh Segera Dibuka Kembali

Destinasi wisata favorit di Banda Aceh tutup sejak 16 Maret.

 Wisatawan berkunjung di situs Tsunami Kapal PLTD Apung di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
Foto: Hotli SImanjuntak/EPA EFE
Wisatawan berkunjung di situs Tsunami Kapal PLTD Apung di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh merencanakan akan membuka kembali sejumlah destinasi wisata favorit. Objek wisata di kota paling utara di Pulau Sumatra itu ditutup sejak 16 Maret 2020 sebagai antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19.

"Destinasi wisata yang indoor (dalam) ruangan, kami harapkan pekan depan ini sudah bisa dibuka," kata Kepala Dispar Kota Banda Aceh, Iskandar di Banda Aceh, Sabtu.

Baca Juga

Pihaknya menilai bahwa tingkat penyebaran virus corona jenis baru yang menjadi penyebab Covid-19) di Ibu Kota Provinsi Aceh sudah landai berkat peningkatan kewaspadaan warga terhadap Covid-19. Belakangan ini, di kota Banda Aceh sudah tidak terdapat pasien positif Covid-19.

"Kami melihat situasi dan kondisi di Banda Aceh ini sudah tidak terjadi peningkatan orang yang terinfeksi virus corona," jelas Iskandar.

Menurut Iskandar, pihaknya telah menata sejumlah tempat wisata agar tetap terjaga selama masa pandemi, sehingga memberi rasa nyaman dan nyaman bagi pengunjung ketika dibuka kembali. Penataan dilakukan antara lain di Taman Meuraxa, Taman Kuliner Ulee Lheue, PLTD Apung, dan Kapal di Atas Rumah.

"Kita lakukan penataan, sehingga pada saat nanti sudah dibuka kembali, masyarakat bisa mengunjungi tempat wisata tersebut dalam keadaan baik," tuturnya

Dispar Kota Banda Aceh berharap pembukaan sejumlah tempat wisata ini dapat memulihkan perekonomian masyarakat setelah tiga bulan lebih mengalami mati suri. Bila nanti dibuka kembali, ia mengingatkan, semua wisatawan yang berkunjung harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan tidak membuat keramaian.

"Kami harapkan masyarakat nantinya bisa berjualan lagi, aktivitas ekonomi juga akan bangkit kembali dengan kembali beroperasinya tempat wisata," kata Iskandar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement