Sabtu 06 Jun 2020 22:00 WIB

Khofifah Tekankan Pentingnya Protokol Kesehatan di Pesantren

Protokol kesehatan perlu dijalankan di pesantren jelang masuk tahun ajaran baru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran (kiri) dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat kegiatan pencanangan Pesantren Tangguh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2020). Pesantren Lirboyo yang memiliki kurang lebih 28 ribu santri tersebut dicanangkan sebagai pesantren tangguh menghadapi pandemi COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatan pada era normal baru.
Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran (kiri) dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat kegiatan pencanangan Pesantren Tangguh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2020). Pesantren Lirboyo yang memiliki kurang lebih 28 ribu santri tersebut dicanangkan sebagai pesantren tangguh menghadapi pandemi COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatan pada era normal baru.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan penegakan protokol kesehatan di pondok pesantren penting di era normal baru menyusul aktivitas kegiatan belajar mengajar di sejumlah pesantren akan dimulai.

Gubernur mengatakan persiapan pesantren di era normal baru penting. Pada dasarnya era normal baru merupakan tatanan, format baru yang tadinya tidak memakai masker sekarang disediakan masker. Hal ini dilakukan mengingat saat ini masih di masa pandemi COVID-19 dan proses penularan virus tersebut melalui percikan.

"Sehingga, masker ini meskipun kain punya efektivitas sampai 60 persen," kata Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat bersilaturahimke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Sabtu (6/6).

Ia menambahkan, untuk tangan karena banyak bersentuhan dimana sangat mungkin menyentuh meja, kursi, baju, sementara virus akan bisa bertahan beberapa hari di kain, kayu, sehingga masyarakat harus sering mencuci tangan setidaknya 20 menit dengan sabun yang ada busanya.

"Pola-pola seperti ini yang masuk pada area normal tatanan baru, karena mungkin kalau ada yang belum pernah pakai masker lalu pakai masker terasa kurang leluasa misalnya," kata dia.

Selain itu, ketentuan menjaga jarak fisik juga penting, sehingga apa yang menjadi tatanan baru ini juga harus diadaptasi dengan realistis bahwa saat ini COVID-19 belum berhenti.

"Oleh karena itu upaya mencegah jangan sampai tertular adalah dengan penegakan protokol kesehatan dan disiplin kita secara konsisten," ujarKhofifah.

Gubernur hadir bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah ke PP Lirboyo Kota Kediri.

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan sangat mendukung langkah untuk persiapan pesantren tangguh. Terlebih lagi, peran pesantren juga luar biasa ke masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada pesantren, seperti masker kain, spray yang merupakan alat semprot, sarung tangan pendek, cairan pembersih tangan, vitamin C, sepatu bot, thermal gundan beberapa bantuan lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri sebelumnya telah mengeluarkan maklumat menjelang aktivitas kegiatan belajar mengajar di pondok.

Di PP Lirboyo Kediri, jadwal kedatangan santri dimulai bertahap pada 20 Juni 2020 untuk santri dari Kediri, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, Tulungagung dan Jombang, sedangkan untuk santri dari luar daerah akan diinformasikan selanjutnya oleh pesantren.

Santri juga diminta untuk selalu membawa kartu identitas santri, membawa surat keterangan sehat dari daerah setempat, membawa surat keterangan telah melakukan isolasi mandiri dari pemerintah setempat, baik kelurahan, desa ataupun RT setempat saat ke pondok.

Santri juga diminta untuk selalu mengenakan masker, terutama selama perjalanan menuju ke pondok. Santri diminta menghindari kerumunan massa, selalu menjaga kebersihan dengan berwudhu maupun cuci tangan menggunakan sabun.

Saat santri tiba di pondok juga harus mengikuti arahan protokol kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, pengurus pondok dan tim kesehatan dari RSU Lirboyo Kediri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement