Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Meski PSBB Selesai, Sawahlunto Tetap Perketat Perbatasan

Sabtu 06 Jun 2020 21:12 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Gita Amanda

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta

Foto: Republika/Febrian Fachri
Sawahlunto termasuk daerah tingkat II di Sumbar yang akan menerapkan new normal

REPUBLIKA.CO.ID, SAWAHLUNTO -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat (Sumbar) akan berakhir pada Ahad (7/6) besok. Selanjutnya pada Senin (8/6) Sumbar bersiap melaksanakan tatanan normal baru aman dan bebas covid atau new normal.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan Sawahlunto termasuk daerah tingkat II di Sumbar yang akan menerapkan new normal awal pekan depan. Meski sudah tidak lagi PSBB, Pemko Sawahlunto melalui Gugus Tugas Penangananan Covid-19 tetap akan memperketat arus keluar masuk di perbatasan.

"Resiko covid bagi Sawahlunto adalah dari orang luar Sawahlunto. Inilah yang membuat kita tetap melanjutkan mengaktifkan  pengawasan dan pemeriksaan di pos perbatasan,” kata Deri Asta, melalui siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (6/6).

Sawahlunto tetap akan mempertahankan operasi pos di perbatasan jalur masuk keluar seperti di Muaro Kalaban yang berbatasan dengan Kabupaten Solok dan Talawi di perbatasan dengan Kabupaten Tanah Datar.

Deri menambahkan saat ini di Sawahlunto secara fisik tidak ada virus corona. Dari 2 kasus yang ada, 1 orang sudah sembuh dan 1 lagi dirujuk ke Rumah Sakit Semen Padang di Kota Padang. Sehingga saat ini menurut Deri ancaman virus corona di Kota Situs Warisan Budaya Dunia versi Unesco ini adalah dari luar Sawahlunto.

Deri Asta mengatakan saat ini Pemko Sawahlunto tengah merancang untuk penerapan new normal di sekolah. Menurut Deri, begitu sekolah sudah dimulai lagi, harus ada pembatasan jam belajar dan antisipasi para pelajar berkumpul pada jam-jam tertentu.

Deri menyebut kemungkinan, jam sekolah akan dibatasi sehingga jumlah siswa yang hadir di sekolah tidak semuanya. Kemudian jam istirahat juga akan dibatasi atau malah ditiadakan.

"Kita kaji bagaimana strategi lainnya sehingga kesehatan pelajar kita dapat terjaga dengan baik,” ucap Deri Asta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA