Kamis 04 Jun 2020 20:22 WIB

Mentan Syahrul Pastikan Bahan Pokok Aman saat New Normal

Mentan Syahrul menyebut ketersediaan bahan pokok aman dimana stok beras surplus

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa sebelas bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Foto: Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa sebelas bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki masa transisi new normal pandemi Covid 19, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa sebelas bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan, Mentan menegaskan sebelas kebutuhan itu berada dibawah pengawasan pemerintah.

"Sampai dengan bulan Juni ini Alhamdulillah 11 bahan pokok kita dalam kondisi aman. Tinggal bagaimana kita memperhatikan soal pendistribusiannya," ujar Mentan saat mengikuti diskusi bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Kamis (4/6).

Adapun sebelas bahan pokok yang dimaksud itu diantaranya adalah padi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula, dan minyak goreng.

Menurut Mentan, perkiraan ketersediaan beras saat ini kurang lebih mencapai 21 juta ton dengan prediksi kebutuhan 12 juta ton. Adapun perkiraan stok beras sampai dengan bulan September mendatang mencapai 8,5 juta ton.

"Kami memastikan bahan pangan pokok tidak bersoal, hal itu dibuktikan dengan kita melewati bulan suci Ramadhan dan hari Lebaran dengan tidak adanya kenaikan harga yang begitu melonjak," katanya.

Di samping itu, pemerintah juga terus menyiapkan antisipasi kemungkinan adanya kemarau panjang, kemurian sirklus lima tahunan serangan hama dan terjadinya krisis panhan dunia seperti yang disampaikan badan pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO).

"Untuk itu, kami memiliki tiga strategi dalam mengantisipasi dampak buruk tersebut. Pertama kami melakukan agenda SOS atau emergency, kemudian agenda temporarty (jangka menengah), dan terakhir agenda permanen (jangka panjang)," katanya.

Ketiga strategi itu, kata Mentan, diharapkan dapat mendorong dan mempercepat program bantuan sarana produksi dan mengakselerasi produksi pertanian serta mendorong kelancaran distribusi bahan pokok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement