Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Ibu Hamil dengan Rapid Test Reaktif Dirujuk untuk Caesar

Rabu 03 Jun 2020 22:11 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Andi Nur Aminah

Ibu hamil  (Ilustrasi)

Ibu hamil (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Sebanyak 17 ibu hamil dengan usia kandungan 38 pekan diambil sampel darahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sejumlah puskesmas di Kota Solo mulai melakukan rapid test Covid-19 terhadap ibu hamil pada Selasa (2/6). Sebanyak 17 ibu hamil dengan usia kandungan 38 pekan diambil sampel darahnya oleh petugas.

Hasil rapid test tersebut menunjukkan, seorang ibu hamil terdeteksi memiliki antibodi reaktif. Akhirnya, ibu hamil tersebut dirujuk untuk melahirkan secara caesar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, keputusan merujuk ibu hamil yang hasil rapid test dinyatakan reaktif dirujuk untuk melahirkan secara caesar berdasarkan hasil rapat koordinasi yang melibatkan DKK Solo, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), dan manajemen BPJS Kesehatan. Sebab, meski hasil rapid test reaktif, namun tidak ada yang menjamin ibu tersebut bebas Covid-19.

Baca Juga

Melalui operasi caesar diharapkan dapat meminimalisasi risiko tenaga kesehatan yang menangani persalinan terpapar virus Corona. "Kami tetap harus melindungi tenaga kesehatan dari risiko terpapar Covid-19. Ibu hamil yang sudah diuji cepat, bakal mendapatkan surat keterangan," jelasnya kepada wartawan, Rabu (3/6).

Surat keterangan tersebut berbunyi, hasil rapid test ibu hamil yang menunjukkan reaktif maka harus menjalani operasi caesar. Sehingga, tenaga kesehatan yang menangani persalinan wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) level tiga.

"Untuk biaya sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan, karena termasuk kategori kedaruratan atau berisiko tinggi," imbuhnya.

Siti menambahkan, rapid test yang dilakukan terhadap 17 ibu hamil tersebut merupakan tahap pertama. DKK akan terus melanjutkan program tersebut, sebab setiap bulan rata-rata ada 780 kehamilan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, memaparkan data komulatif pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Rabu masih tetap 34 orang. Rinciannya, delapan pasien masih menjalani rawat inap di rumah sakit, 22 pasien dinyatakan sembuh, dan empat orang meninggal dunia.

Kemudian, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 206 orang, dengan rincian delapan orang dirawat inap, 167 pasien dinyatakan sembuh, dan 31 PDP meninggal dunia. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 606 orang. Rinciannya, dua orang menjalani rawat inap, 17 orang rawat jalan, 19 orang masih dalam pemantauan, dan 568 orang dinyatakan selesai pemantauan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA