Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Dinkes Surakarta Arahkan Caesar Ibu Hamil Reaktif Corona

Rabu 03 Jun 2020 21:46 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas kesehatan memeriksa sampel darah saat Rapid Diagnostic Test (RDT). Ilustrasi

Petugas kesehatan memeriksa sampel darah saat Rapid Diagnostic Test (RDT). Ilustrasi

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Ibu hamil berusia kandungan 38 minggu akan dilakukan rapid test di puskesmas.

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Dinas Kesehatan Kota Surakarta mengarahkan operasi caesar kepada ibu hamil yang hasil tes cepat virus corona baru menunjukkan reaktif Covid-19 itu.

"Ibu hamil yang usia kandungannya memasuki 38 minggu akan di-rapid test (tes cepat) di puskesmas. Jika nanti hasilnya reaktif, harus melahirkan secara caesar," kata Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Rabu (3/6).

Terkait dengan arahan tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), dan manajemen BPJS Kesehatan. "Untuk rapid test-nya dilakukan di puskesmas dekat rumah mereka masing-masing," katanya.

Ia mengatakan langkah tersebut juga dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut di masyarakat.

"Kadang saat proses persalinan normal kan keluarga mendampingi, bisa jadi keluarga dengan pasien bersentuhan, termasuk dengan tenaga medis yang menangani juga sangat mungkin bersentuhan dengan pasien tersebut," katanya.

Ia mengatakan penanganan ibu hamil yang dinyatakan reaktif dari hasil tes cepat akan sama dengan penderita positif Covid-19, salah satunya mendapatkan surat pengantar dengan keterangan sehingga tenaga kesehatan yang menangani juga disiapkan dengan APD seperti pada penanganan pasien positif.

Berdasarkan data, katanya, saat ini di Kota Solo terdapat 780 ibu hamil, di mana 17 di antaranya sudah menjalani tes cepat.

"Saat ada yang hasilnya reaktif, ibu hamil tetap akan menjalani swab karena kalau hanya rapid tetap tidak bisa menjadi penegakan diagnosa apakah dia terinfeksi Covid-19 atau tidak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA