Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

5 Kunci Menuju Kemenangan yang Diabadikan dalam Alquran

Rabu 03 Jun 2020 06:42 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ibadah di Masjid.   (ilustrasi)

Ibadah di Masjid. (ilustrasi)

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Alquran menyebutkan 5 kunci menuju kesuksesan seorang mukmin.

REPUBLIKA.CO.ID, Orang-orang Islam harus senantiasa memicu semangat semangat agar menjadi orang-orang Mukmin yang menang dalam perjuangan menghadapi segala tantangan.

Baik tantangan eksternal yang berupa lingkungan sekitar kita, maupun tantangan internal yang berada dalam diri kita masing-masing. Alquran sesungguhnya telah memberikan resep bagaimana cara mencapai kemenangan itu. Dalam QS Al-Mu'minun ayat 1-9 Allah SWT berfirman:

Baca Juga

قَدۡ اَفۡلَحَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَۙ الَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ عَنِ اللَّغۡوِ مُعۡرِضُوۡنَۙ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوۡنَۙ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ اِلَّا عَلٰٓى اَزۡوَاجِهِمۡ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُمۡ فَاِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُوۡمِيۡنَ‌ۚ‏ فَمَنِ ابۡتَغٰى وَرَآءَ ذٰ لِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡعٰدُوۡنَ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِاَمٰنٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَاعُوۡنَ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ عَلٰى صَلَوٰتِهِمۡ يُحَافِظُوۡنَ   

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1) Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya (2) Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (3) dan orang-orang yang menunaikan zakat (4) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (nafsu seksnya) (5) kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (6) Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampui batas (7) dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (8) dan orang-orang yang memelihara shalatnya" (QS Al-M'minun: 1-11)

Dalam ayat-ayat tersebut di atas, ada lima syarat yang harus dipenuhi agar manusia bisa meraih kemenangan. Yang pertama adalaah sholat khuyuk. Sholat khusyuk tepat pada waktunya dengan memenuhi seluruh syarat dan rukunnya saja, sebagaimana menurut aturan-aturan fikih. Khusyuk adalah persoalan ihsan, menurut Nabi Muhammad SAW, ihsan adalah melaksanaan ibadah dengan mengondisikan diri seolah-olah berhadapan dengan Tuhan.

Dengan begitu, sholat akan memberikan dampak positif pada kehidupan sehari-hari. Fungsi sholat itu sendiri antara lain ialah "mencegah perbuatan keji dan mungkar". Keberhasilan sholat, akan terlihat dalam sikap hidup yang mencerminkan kedamaian dan kemashalatan, jadi bukan pada kekerasan dan kerusuhan.

Secara psikologis, sholat juga akan memberikan kekuatan batin untuk menjadi orang Mukmin yang tetap tegak dalam menghadapi segala tantangan. Shalat yang dijalankan sebanyak lima kali setiap hari, akan dapat menyegarkan jiwa dan harapan orang yang melakukannya.

Syarat kedua untuk mencapai kemenangan ialah mengisi hidup ini dengan kegiatan yang bermanfaat dan meninggalkan perbuatan yang sia-sia. Dalam pengertian yang lebih luas, penjelasan 'anil lahwi mu'ridhuuna adalah menjauhkan diri dari segala perbuatan yang kontradiktif. Seringkali manusia melakukan perbuatan yang positif, namun kemudian meneruskannya dengan perbuatan negatif yang berakibat mementahkan kembali makna yang positif itu.

photo
Bersujud (ilustrasi). - (Reuters)
Dalam Alquran, Allah SWT memperingatkan, agar kita jangan sampai meniru perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang wanita yang memintal benang, tetapi kemudian mengurai kembali pintalan itu yang berakibat pada hancurnya hasil yang sudah disusun sebelumnya.

Hal itu dijelaskan  Allah dalam QS An-Nahl ayat 92: "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali." Oleh karena itu, jangan menjadi orang-orang yang merusak hasil pembangunan nasional yang telah dikerjakan dengan susah payah. Semuanya harus dihindari, entah hal itu disebabkan oleh kebodohan kita sendiri atau oleh karena ketidakpuasan dan ketergesa-gesaan.

Syarat ketiga untuk mencapai kemenangan ialah mempunyai kepedulian sosial. Kita dituntut untuk membayar zakat, yang mengandung pelajaran bahwa apa yang kita miliki sebagai nikmat Allah yang harus berdampak sosial dan bukan semata-mata bersifat individual. Salah satu dari trilogi pembangunan nasional yang menjadi prioritas sekarang ialah pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Orang yang memiliki kepedulian sosial adalah orang yang menang. Karena, secara psikologis dia menjadi orang yang berada dalam posisi menang. Umat Islam harus dipacu menjadi orang yang kuat ekonominya. Nabi Muhammad SAW seringkali menyatakan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah.

Syarat yang keempat ialah "walladzinahum lifurujihim haafidzuna". Yaitu orang yang pandai mengekang nafsu biologisnya agar tidak keluar dari batas-batas yang diperkenankan oleh agama. Banyak kerusakan yang bersumber dari rendahnya moral masyarakat. Sekali orang melakukan penyimpangan akhlak, terdapat kecenderungan untuk melakukannya secara berulang-ulang dan akhirnya menjad kebiasaan. Umat Islam seharusnya menjadi teladan dalam akhlakul karimah.

Syarat kelima untuk memperoleh kemenangan ialah "walladzinahum liamanatihim wa'ahdihim raa'una" (menjaga amanah dan menepati janji). Dalam Alquran dikisahkan, bahwa Allah SWT pernah menawarkan amanah kepada langit dan bumi, tetapi mereka tidak sanggup memikul amanah itu.

Akhirnya, manusialah yang menyatakan kesanggupan untuk menerimanya. Amanah tersebut berupa ajaran agama yang harus dilaksanakan untuk membangun masyarakat adil, makmur, sejahtera material dan spiritual di muka bumi ini. Kesemuanya itu merupakan amanah Allah kepada manusia yang harus dijalankan terus-menerus.

*Oleh almarhum Prof Tarmizi Taher, mantan menteri agama. Naskah ini dikutip dari artikel dari Harian Republika 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA