Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Buya Masoed: Sikapi Penundaan Haji dengan Ikhlas dan Syukur

Selasa 02 Jun 2020 19:45 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah

Buya Masoed: Sikapi Penundaan Haji dengan Ikhlas dan Syukur. Jamaah haji melambaikan tangan di sekitar tanda lampu hijau sebagai tanda dimulainya putaran tawaf di Kabah, Masjididl Haram.

Buya Masoed: Sikapi Penundaan Haji dengan Ikhlas dan Syukur. Jamaah haji melambaikan tangan di sekitar tanda lampu hijau sebagai tanda dimulainya putaran tawaf di Kabah, Masjididl Haram.

Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Buya Masoed menyebut calon jamaah haji tidak perlu risau dengan penundaan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ulama dan penulis senior Sumatra Barat Buya Masoed Abidin meminta calon jamaah haji Indonesia khususnya dari Sumatra Barat agar bersabar dan ikhlas menerima keputusan pemerintah meniadakan pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Menurut Buya Masoed, situasi sulit akibat virus corona yang melanda dunia harus disikapi dengan ikhlas dan rasa syukur.

"Ini sudah kondisi yang ditetapkan oleh Allah SWT kepada kita. Jadi kita harus tetap bersabar dengan segala ketentuan dan ridho Allah. Bersyukur kita pemerintah masih memikirkan apa yang terbaik buat kita semua," kata Buya kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Selasa (2/6).

Baca Juga

Buya Masoed menyebut calon jamaah haji tidak perlu risau dengan penundaan atas rencana menunaikan rukun Islam kelima ini. Buya Masoed meyakini Allah SWT telah memberikan ganjaran pahala yang besar bagi setiap umat Islam yang sudah meniatkan di dalam hati untuk berhaji. Karena dalam Islam, segala sesuatu dimulai dari niat.

"Hadits Nabi mengatakan Innamal a'malu Binniyat. Niat itu mendahului segala hal. Niat berhaji yang sudah dilafazkan itu sudah dicatat oleh Allah," ujar Buya Masoed.

Buya Masoed mendoakan jamaah calon haji agar tetap dalam keadaan sehat dan dapat menunaikan ibadah haji tahun depan. Buya menyikapi semua jamaah haji harus mematuhi keputusan Kemenag karena sudah sesuai dengan Undang Undang.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga akan sulit menerima jamaah haji di saat virus corona belum sepenuhnya terkendali di negara tersebut. Kalaupun pemerintah Saudi mengizinkan pelaksanaan haji, tentu menurut Buya Masoed, akan ada pembatasan jumlah dan akan berdampak kepada banyak negara yang biasa mengirimkan jamaah haji setiap tahun. 
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA