Selasa 02 Jun 2020 17:19 WIB

Kemenperin Dorong Investasi ke Sektor Industri

Sektor industri masih menjadi penyumbang PDB nasional terbesar.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Industri manufaktur
Foto: Prayogi/Republika
Industri manufaktur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen terus mendorong peningkatan investasi sektor industri di Tanah Air. Hal itu agar roda perekonomian nasional tetap terpacu.

“Maka pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif. Kami senantiasa mengawal masuknya investasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (2/6).

Baca Juga

Ia menegaskan, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait berupaya memastikan proses penanaman modal oleh para calon investor bisa berjalan tanpa hambatan. Bahakan supaya investasi tersebut bisa cepat terealisasi, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan strategis, mulai dari deregulasi hingga pemberian insentif fiskal, dan nonfiskal.

“Di tengah kondisi sulit seperti sekarang, karena adanya wabah corona, kami juga sudah mengusulkan berbagai stimulus agar industri kita bisa meningkatkan produktivitasnya. Sebab, aktivitas manufaktur selama ini memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional, seperti dari capaian nilai investasi dan ekspor,” jelas Agus.

Kemenperin mencatat, sektor industri masih menjadi penyumbang paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 19,98 persen pada kuartal I 2020. Walau diterpa dampak pandemi Covid-19, ekspor dari industri pengolahan selama tiga bulan pertama tahun ini mampu menyetor hingga 78,96 persen terhadap total nilai ekspor nasional yang mencapai 41,78 miliar dolar AS.

Sepanjang Januari sampai Maret 2020, total penanaman modal sektor manufaktur menyentuh angka Rp 64 triliun atau naik 44,7 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 44,2 triliun. Nilai investasi industri manufaktur di kuartal I 2020 tersebut memberikan kontribusi signifikan hingga 30,4 persen dari total investasi keseluruhan sektor yang menembus Rp 210,7 triliun.

“Masuknya investasi juga akan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta memberikan nilai tambah bagi bahan baku lokal dan mendongkrak daya saing industri kita. Selain itu, mendukung pembangunan daerah dan memberikan efek yang luas pada pembukaan lapangan kerja. Hingga saat ini, total penyerapan tenaga kerja di sektor industri lebih dari 18,87 juta orang,” jelas Agus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement