Selasa 02 Jun 2020 08:49 WIB

Ratusan Personel TNI-Polri Siap Disiplinkan Warga Bogor

Semua kekuatan TNI-Polri siap untuk mengawal new normal.

Rep: Nugroho Habibi / Red: Agus Yulianto
Wali Kota Bogor Bima Arya masuk ke dalam bilik disinfektan. Pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju penerapan tatanan normal baru (new normal), maka upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19 harus terus dilakukan.
Foto: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Wali Kota Bogor Bima Arya masuk ke dalam bilik disinfektan. Pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju penerapan tatanan normal baru (new normal), maka upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19 harus terus dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ratusan personel gabungan dari TNI-Polri dan Satpol-PP Kota Bogor diterjunkan untuk mengawal warga Kota Bogor menuju kenormalan baru (New Normal). Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi mengatakan, personel akan menjaga sektor-sektor yang menjadi tempat kerumunan masyarakat.

"Jadi ada beberapa tempat yang akan kita berikan edukasi. Ada mal, pasar, stasiun kereta api, terminal, tempat ibadah dan restoran," kata Teguh di Kota Bogor, Senin (1/6).

Pihaknya juga akan mengawasi tempat keramaian tersebut untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Setidaknya, protokol kesehatan yang tetap ditegakkan di antaranya, pengukur suhu, hand sanitizer, dan jaga jarak.

"Minimal pelaksanaan nanti, new normal bisa berjalan lancar," ucap dia.

Saat ini, Teguh mengatakan, telah menyiapkan 130 personel. Namun, dia menyebut, akan menambah jumlah personel saat pemberlakuan new normal.

"Saya yakin itu tidak cukup. Nanti kita koordinasikan dengan Korem 061/Suryakencana supaya ada penambahan," tegas Teguh.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, siap mengerahkan semua kekuatan untuk mengawal new normal. Dia menegaskan, penjagaan saat new normal seperti halnya melakukan operasi ketupat.

"Kita all out ya. Kalo dibilang berapa? Seluruh anggota Polri yang pasti terlibat, tinggal fungsinya ada yang di lapangkan, ada yang bagian melakukan pemeriksaan, sosialiasi, himbauan," kata Arsal.

Bahkan, dia menyatakan, tak ada satupun anggota yang diperbolehkan mengambil waktu cuti. Semuanya, akan berkonsentrasi untuk mendisiplinkan protokol kesehatan.

"Nanti renca itu, ada di situ restoran, masjid, mal dan sebagainya. Tapi kan banyak ya. Yang pasti perkegiatan sama dengan Kodim, Satpol-PP," ujar dia.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agustiansyah mengatakan, segera mengatur pengawasan untuk mendisiplinkan masyarakat menyambut new normal. Sebanyak 230 personel dari Satpol PP yang akan disiapkan.

Mengenai penindakan, Agustiansyah mengatakan, masih menunggu aturan baru. Pasalnya, Pemkot Bogor baru menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 44 Tahun 2020 yang mengubah Perwali 30 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penaganan Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Bogor.

"Kalau penindakan saat new normal, nanti kita lihat dalam Perwali penindakan pelanggar seperti apa," tutur Agustiansyah.

Meskipun demikian, dia mengatakan, hingga 4 Juni 2020 Kota Bogor masih memberlakukan PSBB transisi. Namun, penindakan terhadap yang melanggar akan lebih direlaksiasi.

"Sudah tidak ada denda juga, untuk masker walaupun angka pelanggaran paling tinggi tapi sebagian besar patuh pada penggunaan masker, soal jaga jarak juga tetap kita awasai," ucap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement