Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Afrika Selatan Tunda Pembukaan Kembali Sekolah

Senin 01 Jun 2020 17:24 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Seorang pria melihat melalui celah tenda ketika seorang wanita menyaksikan pekerja kesehatan menjelaskan proses mengumpulkan sampel untuk pengujian virus corona, selama kampanye penyaringan dan pengujian yang bertujuan untuk memerangi penyebaran COVID-19 Diepsloot, utara di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat, 8 Mei 2020.

Seorang pria melihat melalui celah tenda ketika seorang wanita menyaksikan pekerja kesehatan menjelaskan proses mengumpulkan sampel untuk pengujian virus corona, selama kampanye penyaringan dan pengujian yang bertujuan untuk memerangi penyebaran COVID-19 Diepsloot, utara di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat, 8 Mei 2020.

Foto: AP/Themba Hadebe
Pembukaan sekolah di Afrika Selatan akan ditunda hingga 8 Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE TOWN -- Afrika Selatan menunda pembukaan kembali sekolah selama sepekan untuk memungkinkan adminstator sekolah mempersiapkan protokol kesehatan. Negara itu kini mulai secara bertahap melonggarkan pembatasan.

Dilansir BBC, Departemen Pendidikan Dasar Afrika Selatan mengatakan, siswa tahun terahhir di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah akan memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah pada 8 Juni mendatang. Semula, pemerintah memutuskan dimulainya sekolah pada Senin (1/6).

Baca Juga

Serikat pekerja mendesak para guru dan staf untuk tidak masuk sekolah. Menurut mereka, para guru dan staf tidak dipersiapkan untuk menjaga keselamatan murid.

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa sekolah-sekolah di negaranya akan siap membuka sekolah di bawah karantina wilayah tingkat 3 negara itu. Menulis di surat terbuka mingguannya kepada publik, Ramaphosa mengatakan bahwa selama beberapa pekan terakhir pemerintah telah mengadakan diskusi yang luas dan terperinci dengan semua yang berperan di bidang pendidikan.

"Sekarang, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pemangku kepentingan ini, termasuk guru dan orang tua telah menyatakan keprihatinan tentang keadaan kesiapan di banyak sekolah. Kami telah mendengar mereka, kami menyambut kontribusi mereka dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah mereka," katanya dikutip Businnes Tech.

Presiden mengatakan, otoritas pendidikan telah bekerja keras dengan menerapkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang diperlukan untuk membuka kembali sekolah. "Dokumentasi tentang prosedur operasi standar telah disediakan untuk semua sekolah. Prosedur operasi standar ini mencakup masalah-masalah seperti pelatihan dan orientasi pemeriksaan, penataan kembali jadwal, dan konfigurasi ruang kelas untuk memenuhi persyaratan jarak sosial," ujar presiden.

Dia meyakinkan kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dalam protokol kesehatan yang ketat dengan jumlah peserta didik dan siswa yang terbatas. "Meskipun kita mungkin merasa cemas dan takut ketika putra dan putri kita berada di luar pengawasan kita, kita harus menarik keberanian dari kenyataan bahwa segala upaya dilakukan untuk melindungi mereka," ujar presiden.

"Sebagai orang tua, Anda telah mempercayakan kesejahteraan dan keamanan anak-anak Anda kepada kami. Itu adalah tanggung jawab yang tidak pemerintah anggap enteng. Di hari-hari dan minggu-minggu mendatang, kami akan memonitor kembali sekolah dengan cermat," ujarnya menambahkan.

Pelonggaran pembatasan secara bertahap di negara tersebut termasuk pembukaan kembali gereja, kuil, dan masjid dengan syarat tidak memiliki lebih dari 50 jamaah. Kasus virus corona di Afrika Selatan kini mencapai 32.683 dengan 683 kematian.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA