Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Serangan di Burkina Faso, 15 Orang Meninggal

Ahad 31 May 2020 00:23 WIB

Rep: Flori sidebang/ Red: Friska Yolandha

Ilustrasi serangan kelompok bersenjata. Sebuah serangan terhadap konvoi yang membawa rombongan para pedagang di utara Burkina Faso terjadi pada Jumat (29/5). Pemerintah setempat mengatakan, sekitar 15 orang meninggal akibat serangan tersebut.

Ilustrasi serangan kelompok bersenjata. Sebuah serangan terhadap konvoi yang membawa rombongan para pedagang di utara Burkina Faso terjadi pada Jumat (29/5). Pemerintah setempat mengatakan, sekitar 15 orang meninggal akibat serangan tersebut.

Foto: Adel Hana/AP Photo
Selain meninggal dunia, sejumlah orang mengalami luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, OUAGADOUGOU -- Sebuah serangan terhadap konvoi yang membawa rombongan para pedagang di utara Burkina Faso terjadi pada Jumat (29/5). Pemerintah setempat mengatakan, sekitar 15 orang meninggal akibat serangan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Sabtu (30/5), pemerintah menyebut, serangan itu dilakukan oleh sekelompok bersenjata yang tidak dikenal. Akibatnya, sejumlah orang turut mengalami luka-luka dan beberapa orang lainnya masih belum ditemukan.

Sementara itu, pada Kamis (28/5), pasukan militer Burkina Faso menuturkan, pihaknya telah menghancurkan sebuah kamp militan di provinsi lainnya yang terletak di utara negara tersebut. 10 orang dari kelompok penyerang  diketahui meninggal dunia dalam insiden itu. Sedangkan dari pihak militer, terdapat satu tentara yang terluka.

Burkina Faso diketahui telah memerangi para pejuang bersenjata yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda sejak tahun 2017 silam. Dalam satu tahun terakhir, di wilayah Sahel, Afrika, ratusan orang diketahui meninggal dunia dan setengah juta penduduk di sana telah meninggalkan rumah mereka lantaran serangan yang terjadi turut memicu ketegangan etnis dan agama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA