Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

BIN Terjun Langsung ke Surabaya Atasi Covid-19

Jumat 29 May 2020 19:53 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pengunjung mengantre saat diperiksa suhu tubuhnya secara digital sebelum memasuki pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Sejumlah aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Pengunjung mengantre saat diperiksa suhu tubuhnya secara digital sebelum memasuki pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Sejumlah aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Foto: Antara/Zabur Karuru
BIN menggelar rapid test massal gratis di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Intelijen Negara (BIN) dan Pemkot Surabaya menggelar rapid test atau tes cepat Covid-19 massal gratis di halaman Gedung Siola, Kota Surabaya, Jumat. Hal itu sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).

"Kami dari BIN di sini bersama dengan Pemkot Surabaya menuju pada titik-titik epicentrum pada zona merah, khususnya yang memang di sini (Surabaya) banyak terjadi penyebaran kasus dari Covid-19 ini," kata Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo seusai meninjau rapid test di Siola.

Menurut Bambang, kedatangan tenaga medis dari BIN beserta mobil laboratorium Covid-19 ke Surabaya dengan tujuan membantu Pemkot Surabaya yang tengah berupaya memutus mata rantai COVID-19. Bahkan, di tempat tersebut juga sudah disiapkan mobil laboratorium untuk melakukan tes swab.

Antusiasme masyarakat Surabaya untuk melakukan tes cepat Covid-19 gratis itu sangat tinggi. Sehingga mereka mengantre sejak pagi dengan tetap memperhatikan jaga jarak fisik.

Bambang mengatakan mobil laboratorium COVID-19 tersebut mampu melakukan uji hingga 500 sampel. "Jadi, melalui alat ini diharapkan bisa lebih cepat, karena hasilnya bisa langsung keluar. Kami juga akan melakukan rapid test massal dan swab gratis di berbagai titik. Tentunya melalui koordinasi dengan Pemkot Surabaya," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari BIN yang dikirimkan kepada Pemkot Surabaya. Ia berharap, dengan adanya bantuan tersebut kasus COVID-19 di Surabaya bisa segera usai. "Adanya bantuan ini, kita bisa menyelesaikan permasalahan ini lebih cepat dibandingkan sebelumnya," ucap Risma.

Wali Kota Risma memastikan bahwa selama ini Pemkot Surabaya telah melakukan rapid test kepada warga. Namun, karena adanya kendala pada ketersedian fasilitas, akhirnya hasil tes swab masih banyak yang belum keluar dan membutuhkan waktu lama, sehingga ada kemungkinan untuk menularkan kepada yang lainnya.

"Karena itu, sekali lagi kami menyampaikan terimakasih banyak. Ini semua masyarakat yang berterima kasih karena adanya peralatan ini, pasti ini sangat bermanfaat bagi kami," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa setelah dilakukan rapid test massal ini, maka apabila ditemukan warga yang reaktif akan langsung diisolasi di tiga hotel sembari dilakukan tes swab. Selanjutnya, apabila hasil swabnya positif dan menunjukkan gejala, maka akan langsung dibawa ke rumah sakit. "Sedangkan apabila tidak menunjukkan gejala, akan kami tempatkan di Hotel Asrama Haji. Jadi, intinya bukan hanya berhenti sampai di rapid test massal ini, pasti ada tindaklanjutnya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA