Jumat 29 May 2020 14:38 WIB

Sholat Jumat di Bogor Diselipkan Doa Qunut untuk Usir Wabah

DKM Abdurrahman bin Auf memampang sepanduk berisi tata cara penerapan new normal.

Sholat Jumat di Bogor Diselipkan Doa Qunut untuk Usir Wabah (ilustrasi)
Foto: Reuters/Fabrizio Bensch
Sholat Jumat di Bogor Diselipkan Doa Qunut untuk Usir Wabah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,CIBINONG -- Jamaah Masjid Abdurrahman bin Auf di Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat mulai menggelar Sholat Jumat dengan menyelipkan doa qunut untuk mengusir wabah Covid-19.

"Kita selipkan doa qunut nazilah di rakaat kedua untuk mengusir wabah, kita bersama-sama minta pertolongan. Sholat wajib lainnya pun sama kita selipkan doa qunut karena sekarang sedang wabah," kata Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Abdurrahman bin Auf, Sanusi usai sholat, Jumat (29/5).

Menurutnya, hari ini merupakan kali pertama masjidnya menggelar Sholat Jumat pada masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Adapun jamaah yang tetap datang setiap hari Jumat, hanya menggelar Sholat Zuhur berjamaah, karena jumlah jamaahnya kurang dari 40 orang.

"Kemarin-kemarin tidak dibuka seperti ini. Kalau sekarang orang-orang kantoran juga bisa ikut," kataSanusi.

Di samping itu, DKM Abdurrahman bin Auf juga memampang sepanduk berisi tata cara penerapan normal baru (new normal) di dekat pintu masuk masjid, seperti rajin mencuci tangan dan mengenakan masker.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Bogor akan dibuka secara bertahap, termasuk rumah ibadah. "Fasilitas umum akan diperbolehkan beroperasi kembali secara bertahap, seperti rumah ibadah, rumah makan, sekolah, dan yang lainnya, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Ade Yasin menginstruksikan para camat, lurah, dan kepala desa agar seirama dalam membuka fasilitas umum dan memastikan bahwa di lokasi-lokasi tersebut menerapkan protokol kesehatan antisipasi penularan Covid-19.

"Kita harus betul-betul menjaga, jangan sampai di fase normal baru menyebabkan terjadinya peningkatan lonjakan kasus positif Covid-19. Oleh sebab itu, sosialisasi intensif serta pengawasan yang ketat harus dilakukan," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement