Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Kapolres Jayawijaya: Jangan Emosi Hadapi Pelanggar Protokol

Jumat 29 May 2020 05:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas kepolisian memeriksa identitas pengemudi. Ilustrasi

Petugas kepolisian memeriksa identitas pengemudi. Ilustrasi

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kapolres memerintahkan anggotanya tidak emosi hadapi pelanggar protokol Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Jayawijaya, Polda Papua AKBP Dominggus Rumaropen memerintahkan anggotanya untuk tidak emosi saat menghadapi masyarakat pelanggar protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

Kapolres Dominggus Rumaropen mengajak anggota mengedepankan komunikasi yang humanis terhadap warga yang kedapatan masih berkeliaran di atas waktu pembatasan aktivitas.

"Jika di hari-hari awal masih ada yang melanggar agar tidak menggunakan emosi tetapi bersifat edukasi yang memberi pemahaman untuk keselamatan masyarakat itu sendiri," katanya di Wamena, Kamis (29/5).

Mantan Kasatpol PP Kota Jayapura itu memastikan telah menempatkan personel di sejumlah titik untuk mengawal kebijakan pemerintah provinsi dan Kabupaten Jayawijaya terkait pencegahan corona.

Dari 200 personel yang diturunkan ke lapangan, ada yang menggunakan kendaraan sambil memberikan imbauan terkait pembatasan waktu beraktivitas.

"Instruksi bupati terkait pembatasan ini sudah yang ketiga kali, sehingga perlu dijabarkan dengan maksimal. Kami minta masyarakat taat atas apa yang menjadi keputusan pemerintah daerah untuk kepentingan bersama," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Jayawijaya kembali mempersempit waktu beraktivitas bagi seluruh kegiatan.

Jika sebelumnya aktivitas hanya boleh dilakukan sejak pukul 06 pagi hingga 18:00 maka kembali diperpendek menjadi 06 pagi hingga 14:00 WIT sebagai upaya pencegahan virus corona.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA