Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Sempat Anjlok karena Corona, Harga Udang Kembali Melambung

Kamis 28 May 2020 15:48 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Pekerja menunjukkan udang belalang di Kampung Nelayan Kuala Tungkal, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (10/3/2020).

Pekerja menunjukkan udang belalang di Kampung Nelayan Kuala Tungkal, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (10/3/2020).

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Harga udang size 100 sempat anjlok di bawah Rp 40 ribu per kg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga udang di pasaran kembali naik setelah sempat anjlok akibat pandemi Covid-19. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan, harga udang size 100 misalnya, saat ini sudah tembus Rp 60 ribu per kg. Padahal di awal wabah Covid-19 melanda Indonesia, yakni awal Maret lalu, harganya sempat anjlok di bawah Rp 40 ribu per kg.

"Hanya saja antara Jawa dan luar Jawa selisih Rp 5.000 (per kg). Namun ini masih lebih tinggi dibanding kondisi normal. Jadi ini salah satu contoh ilustrasi yang kami lakukan dan ini menunjukkan hasil. Kami harapkan setelah ini semakin pulih," ujar Edhy usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Kamis (28/5).

Seperti diketahui, harga udang yang sempat jatuh di awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia disebabkan distribusi hasil budidaya dan distribusi pakan yang terganggung. Dengan angka produksi normal dan permintaan yang ikut menurun, maka harganya ikut anjlok.

Sedangkan saat ini, harga yang naik juga disebabkan kombinasi dari permintaan yang kembali naik dan pasokan yang belum pulih. Di beberapa lokasi, masih ada nelayan dan petambak yang belum beroperasi penuh karena pandemi. Ditambah lagi, adanya periode Lebaran yang membuat sebagian aktivitas mereka terhenti.

Pemerintah sendiri saat ini berupaya menambah cold storage untuk bisa menampung hasil perikanan tangkap dan budidaya yang belum sempat dipasarkan. Dengan begitu, bila permintaan belum pulih akibat Covid-19 pun, produk masih bisa disimpan sementara waktu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA