Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Hamil Saat Karantina, Andien Menggangapnya Berkah

Kamis 28 May 2020 13:58 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Andien tengah memasuki trimester ketiga saat pemerintah terapkan PSBB (Foto: penyanyi Andien)

Andien tengah memasuki trimester ketiga saat pemerintah terapkan PSBB (Foto: penyanyi Andien)

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Andien tengah memasuki trimester ketiga saat pemerintah terapkan PSBB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi jazz Andien Aisyah menganggap masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai berkah tersamar. Pasalnya, ketika pemerintah Indonesia menetapkan aturan tersebut, dia tengah memasuki trimester ketiga kehamilan.

"Tiga bulan terakhir blessing in disguise, lagi hamil besar masuk fase nesting yang memang harus ada di rumah," kata Andien saat berbincang dengan sutradara Riri Riza pada Instagram Live "Cabin Fever", Kamis (28/5).

Dia menyampaikan, ada banyak hal yang terjadi selama tiga bulan belakangan. Dia memproduksi single berjudul "Jendela Waktu", melakukan promosi, mengonsep video klip yang melibatkan penggemar, sekaligus melahirkan.

Awal Mei silam, Andien menyambut putra kedua yang diberi nama Anaku Tarisma Jingga dengan panggilan Tabi. Bayi laki-laki itu menambah kebahagiaan Andien dan sang suami, Irfan Wahyudi, yang dikaruniai Anaku Askara Biru (Kawa) sejak 2017 lalu.

Andien mengatakan, mengurus bayi yang baru lahir sekaligus balita sangat luar biasa. Perempuan 34 tahun itu tetap berusaha menyeimbangkan antara tugas sosok ibu dengan kariernya sebagai musisi yang kini semuanya dilakukan dari rumah.

Pelantun lagu "Gemintang" tersebut menikmati semua perannya. Dia mengakui, masa karantina mandiri di rumah bersama keluarga membuatnya memiliki lebih banyak waktu untuk berkarya dan mengulik berbagai hal tanpa harus bepergian.

Sebagai musisi, dia pun mempelajari sejumlah hal baru di tengah pandemi Covid-19, seperti cara baru berkarya dan mempromosikannya. Meskipun, menurut Andien, pada awalnya setiap orang pasti bingung dengan kondisi yang terjadi.

"Pasti aware dulu dengan apa yang terjadi, kemudian melalui proses menerima, baru bisa mengobservasi dan mulai beradaptasi. Semua orang yang grateful dan bisa mengambil hikmah dari keadaan ini, pasti melewati proses itu," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA